Buscar

aiyrapptika world :)

SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG!!!


Dear Mas Galangku…
Mas, hari ini adalah hari lahirmu tepat dimana 23 tahun yang lalu Ibu melahirkan mas. Katanya Ibu sih mas lahir jam 01.20 WIB tepat di bulan ramadhan makanya dikasih nama “GALANG RAMADHAN PRADITA”.
Dan hari ini, Mas sudah jadi sesosok laki-laki dewasa bukan lagi bocah kecil yang suka jahil main lempar-lemparan pasir sama teman mainmu atau bocah kecil yang ngerengek nangis tiap kali minta dibelikan mainan sama Bapak Ibu dan ujung-ujungnya diturunin Bapak di komplek kuburan di pinggir jalan menuju rumah. Haha konyol yaaa.. but, it’s your story, your funny story..
Hari ini, pacarku bertambah usia, DUA PULUH TIGA TAHUN!!! Ya, 23 Tahun sayang. Angka 23 itu bukan cuma sekedar angka biasa, tapi angka penuh makna dimana dengan bertambahnya usiamu bertambah pula tanggung jawabmu. 23 juga bisa jadi titik indikator buat Mas evaluasi, “Sudah Melakukan Apa sampai dengan 23 tahun ini? Sudahkah hidup Mas bermanfaat dan memberikan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain?”
Mungkin akan banyak cerita di angka 23-mu ini…
23, Mas menyelesaikan study di jenjang Strata-1 dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom).
23, menjadi lembaran baru dimana mas akan bilang “My Life start from now
23, menjadi awal untuk Mas agar tidak lagi bergantung sama Bapak Ibu.
23, menjadi awal buat Mas untuk membuktikan dan memberikan yang terbaik untuk Bapak Ibu.
23 juga, menjadi waktu dimana Mas akan berikrar untuk menjadi Imamku, partner hidupku.
Well, banyak sekali mimpi-mimpi yang HARUS Mas tunaikan di 23-mu!

Mas…
Tulisan ini, sengaja ku buat sebagai pengganti kehadiranku karena hari ini aku gak bisa di samping Mas, menemani Mas untuk make a wish, menemani Mas untuk sekedar dinner di bday party Mas, menemani Mas untuk menambahkan mimpi-mimpi di lembaran tulisan mimpi kita. Aku juga sama sekali tidak lupa dengan hari ini, bahkan sudah dari jauh-jauh hari ku persiapkan ini semua. Mulai dari menyetting surprise dengan bantuan teman-temanmu, Bapak Ibu dan tentunya Esha Via kita hehe…
Sayangku…
Mulai dari 23-mu aku berikrar untuk selalu di samping Mas, menemani setiap usaha Mas, menemani setiap fase-fase proses kehidupan yang akan Mas jalani. Aku janji untuk menjadi partner hidup Mas, menemani mas dikala senang ataupun susah, menjadi obat dikala duka, menjadi penghibur dikala lelah, menjadi telinga dikala mas membutuhkan teman sharing, aku berjanji untuk jadi partner sebaik-baiknya partner. Karena aku yakin, hubungan yang baik dibangun atas dasar saling pengertian dan saling memahami, disitulah aku menempatkan diriku, menjadikan diriku berfungsi sebagaimana fungsi pasangan yang baik, karena Mas-lah calon imamku.
Hi Lelakiku..
Banyak sekali harapan yang ku taruh padamu di usiamu sekarang ini. Aku selalu doakan yang terbaik untuk Mas, untuk kehidupan Mas dan tentunya untuk kita. Semoga di 23-mu ini Mas semakin dewasa dalam bersikap, semakin bijak dalam bertindak, semakin sholeh dalam beribadah, semakin rajin dalam bekerja, dan pantang menyerah dalam melajukan selancar kehidupan. Tetaplah lajukan selancarmu dengan penuh semangat, tetaplah berikhtiar dan berdoa keras untuk menunaikan mimpi-mimpi mas, mimpi-mimpi kita. Barakalloh fii umrik yaa Habibie… Happy 23 Bday Honey… Get more better, more adult, more loving me, more “Handsome” and Alloh bless you..
Terima Kasih sayang untuk setiap kasih sayang dan cintamu buatku.. Terima Kasih sayang, untuk setiap canda tawa yang kamu hadirkan di hari-hariku.. Terima Kasih sayang, selalu menegurku ketika aku khilaf tanpa menyinggung hatiku.. Terima Kasih sayang, sudah banyak memberikan aku pelajaran dan pengalaman berharga.. Terima Kasih sayang, untuk usahamu agar menjadi imam yang terbaik buatku. Tidak ada kata yang bisa kuucapkan selain “Terima Kasih Allah, karena Engkau telah mengirimkanku laki-laki ini untuk menjadi calon imamku, jaga dan sayangi dia selalu dalam setiap langkahnya untuk mencari ridha-Mu”
One more, HAPPY BORNDAY HONEY… ILOVEYOU MORE THAN THE WORD CAN I SAY!!!
ILOVEYOU FOREVER EVEREVERVER AFTER!!!
Ini sih bukan Candid huhu

Cieee kesian sekali yang pingin dapat ucapan :p

Note :
Ndut, walaupun aku gak mahir berbohong untuk buat surprise tapi paling gak itu usaha aku untuk buat mas seneng di harimu. terserah mas mau bilang "Waaaahhhh surprise... ini hari apa yak?"yang pasti itu adalah usahaku dari jauh-jauh hari. Mungkin belum maksimal karena beberapa faktor tapi maklumin yaaa nduuutttt... iloveyou

ALL ABOUT SKRIPSWEET! :)

Mau mulai darimana dan apa yang akan aku tulis? ya gak jelas, dari tadi cuma termenung nulis-nulis gak jelas juga. Ntah apa yang akan aku tulis, tak ada inspirasi memang..huhu mungkin karena sudah lama tak melakukan ritual pijat memijat tubuh mungil si nobie, ntah hanya untuk menuangkan pikiran atau hanya sekedar curhat ini itu, cerita ini itu dan apapun itu yang penting ada sesuatu yang terposting manis pada tampilan si blogie ini. Dan kini, jangankan untuk mampir sekedar check kesehatan dan kebersihan si blogie pun rasa-rasanya tak pernah, apalagi untuk posting tulisan yang memiliki bobot teoritis, rasanya tak pernah terpikir lagi. Aaaah, ntahlah apa namanya ini mungkin malas, mungkin sibuk, mungkin modem tak bernyawa, mungkin keinginan untuk melakukan hal lain punya daya magnet lebih besar daripada sekedar posting blogie..
Fiuh, kalau diingat-ingat terakhir aku rajin ngeblog itu sekitar tahun 2011, saat aku masih duduk di bangku semester 2 dan 3. Hoho, tak terasa ternyata sekarang kuliahku sudah berada di penghujung penantianku menunggu wisuda, yeah "MAHASISWA TINGKAT AKHIR" seperti sebutan si minho @yeahmahasiswa dagdigdug rasanya, tiap hari ya disibukan dengan skripsweet mulai dari buka-buka buku referensi, lanjutin garapan dan pastinya si nobie selalu on mulai dari pagi banget sampe dini hari, lelaaaah rasanya mata ini. Tapi apalah daya, namanya juga perjuangan, namanya juga syarat untuk kelulusan ya mau gak mau dan wajib untuk dikerjain. Selalu berusaha tetap ON FIRE dalam keadaan ngantuk berat dan ketika malas menguasai tubuh ini.
Skripweet sepertinya sedang jadi #Trandingtopic buat setiap mahasiswa tingkat akhir, yaaah gak ada bedanya denganku. Sampai-sampai tak sadar kamar berantakan seperti kapal pecah sampe pagi, sampe lupa kunci pintu kostan dan sampe lupa shutdown si nobie semaleman gegara ketiduran. Oalah skripweet buat hidupku jadi abnormal. Memang ada kebahagian tersendiri ketika pertama kali kutuliskan kata "Skripsi/Tugas Akhir" pada saat pertama nulis di lembar KRS (Kartu Rencana Study) terlebih ketika sadar kalau saat itu aku sudah berada di penghujung semester masa kuliahku, yeah semester 7!
Well, dan inilah kegilaanku karena SKRIPWEET!!!
 LOOK!!! How Crazy I'm just because of skripsweet not SKRIPSHIT!!!
sampai pinjem netbook Tyas cuma kerena nobie aja gak cukup haha

 And it's my room! seperti kapal pecah bukan? buku berserakan dimana-mana, tak beraturan, tak tertata seperti biasanya dan koleksi buku pun nambah!

Dan inilah paririmbon (Referensi red) my skripsweet buku-buku baru yang sengaja aku beli, tapi malang nian mereka tak dapat tempat yang layak untuk dipajang haha gegara rak buku sudah penuh, akhirnya dengan hanya memanfaatkan lapak kecil dibawah meja belajar, tersimpan dengan rapi pula paririmbon ini hihi

Hah, sudahlah jangan pernah anggap skripsweet = SKRIPSHIT! Tetap fokus, ingatlah skripsweet adalah proses menuju kesuksesanku. Yeah, untuk menuju proses itu perlu perjuangan dan pengorbanan. Tak masalah seberapa besar perjuanganku, tak masalah seberapa kuat pengorbananku, semoga hasilnya indah dan lebih indah dari sekedar yang aku bayangkan. Skripsi bukan hanya proses untuk mendapatkan toga semata, skripsi bukan hanya syarat untuk lulus saja tapiii skripsi adalah sarana untuk aku mengimplementasikan prosesku selama menempuh kegiatan akademik. Skripsi bisa jadi ajang muhasabah untuk kita menilai seberapa besar kita menguasai teori yang sudah kita peroleh, seberapa tajam daya analisis kita, seberapa mahir kita menuangkan setiap gagasan yang ada di kepala.
Yeah, perjuanganku hari ini kelak akan menjadi kisah klasik dalam catatan sejarah hidupku. Jalani dengan ikhlas, hadapi, hayani dan nikmati!  ingat, jangan mudah bosan! Dan pada masanya kelak, akan kunikmati buah dari prosesku ini. Bismillah, I wish Alloh always bless me.. Barakalloh.. o:)
April 2014, semoga menjadi sejarah yang akan terukir di lembar kesuksesanku! Aamiin


Mimpi-mipiku, harapan-harapanku...
Semoga semangat ini tetap membara untuk tetap meneruskan laju selancarku...
Berselancar untuk menunaikan mimpi dan harapan untuk kupersembahkan kepada orang-orang yang aku kucintai...
Dan dari tempat inilah mimpi-mimpi itu ku ukir...
Dan dari tempat inilah gagasan-gagasan itu muncul untuk kutuangkan pada keynote laptopku...
Dan tempat inilah yang menjadi saksi dalam prosesku menapaki fase-fase mimpi itu...
Dan tempat inilah yang menjadi saksi saatku bersimpuh padaNYA, memohon kemurahanNYA untuk selalu memberikanku kemudahan dan kelancaran...

My Sweet Room

Pengaruh Mistik Terhadap Good Governance

Rinduku pada my blogie datang dikala aku tengah asik dengan skripsweetku, tak terasa malam-MU kini telah berganti dan mataku masih terjaga untuk menatap nobieku, terima kasih atas Nikmat-MU Rabbku. Dini hari di pojokan kamar kecilku di sudut Kota Cimahi cerah sekali karena hari tadi air rahmat-MU enggan membasahi bumi ini. Ditengah-tengah semangatku beromantika dengan skripsi, terlintas dalam pikirku untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Tulisan sederhana dengan bahasa yang sangat sederhana pula, mengantarkan jari-jemariku untuk terus memijit keynote pada tubuh mungil si nobie. Semoga tulisan ini menjadi awal untukku kembalikan ghirahku dalam menulis, ya semoga. Dengan Menyebut Nama Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang... :)

Pengaruh Mistik terhadap Good Governance dalam Kerangka Etika Pemerintahan
Oleh : Noer Apptika Fuji Lestari

Dalam culture kehidupan masyarakat Indonesia, hal-hal yang berbau mistik itu sudah menjadi hal yang biasa. Mulai dari masyarakat kalangan bawah, menengah sampai pada elite-elite di negeri ini. Mistik sudah seperti keyakinan ataupun kepercayaan sekunder setelah keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap agama yang mereka anut. Mistik dan pemerintahan itu dua hal yang berbeda, ibarat dua sisi mata uang berbeda namun keduanya tak terpisahkan. Mistik mengurus kehidupan manusia yang sifatnya rohaniyah, sedangkan pemerintahan mengurusi tentang tata kelola kehidupan bernegara. Namun untuk mewujudkan kesejahteraan umum dalam konteks kenegaraan, kita membutuhkan mistik dalam mengurusi tata kehidupan bersama.
Mistik kerap kali disalah mengerti oleh sebagian orang. Mereka menyangka istilah itu mengacu kepada pencarian kekuatan paranormal. Akan tetapi, mistik adalah relasi yang amat mesra antara ciptaan dengan Pencipta. Mistik bukanlah perkara urusan mencari “kesaktian”. Dalam buku Teologi Mistik William Johston mengatakan bahwa mistik ialah persatuan jiwa dengan Allah melalui cinta (Johnston, 2001). Artinya, persatuan yang hanya akan dialami melalui dan buahnya adalah cinta. Persatuan ini tergantung dari rahmat Allah dan kehendak bebas manusia. Manusia membebaskan dirinya dari segala yang bertentangan dengan kehendak Allah dan menjadi ada yang mencinta. Mistik adalah cinta. Cinta Allah kepada manusia. Allah yang berbelaskasihan kepada manusia. Allah yang terlibat dalam kehidupan manusia. Allah yang peduli terhadap manusia. Tindakan Allah ini menuntut tanggapan dan kerjasama dari pihak manusia. Manusia mau percaya atau beriman kepada Allah. Ia mempercayakan dirinya kepada Allah. Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada pertolongan-Nya, perlindungan-Nya dan penyelenggaraan-Nya. Namun hakikat mistik yang dipahami oleh sebagian orang bahwa mistik adalah sesuatu hal yang gaib dan tidak rasional sehingga tidak bisa diterima oleh rasio namun kekuatannya sangat terasa dan cara mendapatkannya melalui kekuatan paranormal atau orang sakti bukan atas dasar rahmat dari Allah.
Sedangkan pemerintahan berbicara mengenai tata kelola kehidupan bernegara, mulai dari tataran eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sudah menjadi idaman dari masyarakat negara-negara di dunia untuk menerapkan pemerintahan yang baik (good government) sehingga seorang kepala pemerintahan mampu mengelola pemerintahan secara baik pula (good governance). Selama ini masyarakat sering memandang sinis terhadap pemerintahannya sendiri, karena berbagai perilaku yang kurang simpatik dan lebih cenderung bersikap sebagai penguasa daripada pelayan masyarakat. Karena itu salah satu tuntutan di era reformasi saat ini adalah memiliki pemimpin pemerintahan yang mampu menciptakan good governance, di mana kepala daerah mampu melayani masyarakat secara baik, menciptakan iklim yang memungkinkan kreativitas masyarakat berkembang dan yang mampu mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat secara arif dan bijaksana, sehingga masyarakat makin merasa dipayungi oleh pemimpinnya.
             Kepuasan masyarakat terhadap pemimpin (pemerintah) adalah terletak pada kualitas pelayanan yang diberikan (pelayanan publik). Tuntutan terhadap kualitas pelayanan yang prima memang tidak bisa dihindari ketika kita sepakat untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Kunci dari good governance itu sendiri adalah pelayanan yang memuaskan (professional, akurat, dipertanggungjawabkan, transparan, aman, dan nyaman).
            Indonesia adalah negara yang sangat khas, karena kental akan budaya. Budaya dalam hal ini erat kaitannya dengan mistik. Hal ini tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, sampai pada tataran kehidupan bernegara memerlukan sentuhan mistik untuk menata kelola kehidupan pemerintahan yang baik.  Bagi mayoritas elite-elite di Negeri ini mistik itu seperti fondasi dalam kehidupan pemerintahan. Namun kerap kali mistik disalah gunakan, mistik yang seharusnya bisa bersinergi dengan tataran pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan umum dalam konteks perwujudan good governance, saat ini hanya dijadikan untuk kepentingan salah satu pihak saja dalam hal ini para elite-elite negara. Sebagai contoh dalam menentukan calon legislatif, calon presiden ataupun partai yang akan dipilih pemilihan umum, meskipun ada visi misi namun tetap ada unsure yang tidak terjangkau oleh akal manusia, seperti pengkultusan seseorang, kharisma seseorang atau partai, aliran yang dianut suatu partai, bahkan tidak jarang berdasarkan pula angka yang digunakan oleh seseorang atau partai tersebut.
            Adapun kegunaan mistik jika dikaitkan dengan syarat untuk mewujudkan good governance adalah sebagai berikut :
  1. Dengan mistik akan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut ambil bagian dari proses pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun tidak.
  2. Dengan mistik, akan tercipta upaya saling percaya diantara masyarakat dan pemerintah.
  3. Dengan mistik, pejabat pemerintah akan terlihat kemampuannya untuk menyikapi setiap masalah yang timbul, menampung aspirasi dan keluhan masyarakat secara tepat, tanpa ada perbedaan.
  4. Dengan mistik, profesionalisme dan keahlian birokrasi pemerintah akan tampak sehingga mereka mampu melayani publik secara mudah, cepat, akurat, dan sesuai permintaan.
  5. Dengan mistik, akuntabilitas dari setiap kebijakan publik, terutama yang menyangkut keputusan politik, perpajakan maupun anggaran pemerintah akan mudah dipercayai oleh masyarakat.

Dari kelima hal tersebut mistik kerap kali dijadikan kekuatan para pejabat pemerintahan untuk membuat dirinya berkharisma agar masyarakat terkesima, yakin dan percaya terhadap apapun yang mereka lakukan. Misalnya dalam hal menarik partisifasi masyarakat pengambilan keputusan atau kebijakan, pemegang kekuasaan menggunakan kekuatan mistik untuk membuat dirinya sebagai seorang kharismatik sehingga kebijakan apapun yang mereka tawarkan kepada masyarakat akan dengan mudah masyarakat percaya tanpa terlebih dahulu mengkaji apakah kebijakan itu memberikan efek positif buat mereka atau tidak.
Hubungannya mistik dan etika pemerintahan untuk mewujudkan good governance, karena pada hakikatnya mistik merupakan bagian dari budaya dan mistik itu merupakan implementasi dari kecintaan manusia terhadap Tuhan-nya dalam urusan kehidupan dunia. Jadi tidak ada yang salah dan akan bernilai positif ketika mistik dijadikan kekuatan para pejabat pemerintahan sebagai solusi untuk mewujudkan good governance meskipun cara memperoleh kekuatan mistiknya masih berasal dari kekuatan para normal. Namun realita yang ada mistik kerap kali disalahgunakan oleh para pejabat pemerintahan untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri atau golongannya, sehingga perwujudan good governance dengan kekuatan mistik itu tidak nampak dan ini yang menjadikan mistik bernilai negative jika diaplikasikan pada tujuan yang salah dan bukan untuk mencapai kesejahteraan umum.

Perempuan Dan Keterwakilannya Dalam Parlemen

    Seperti yang sudah dipaparkan pada postingan sebelumnya mengenai Perempuan Dan Peranannya bahwa seorang perempuan diperbolehkan untuk turut serta terjun ke ranah publik dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan yakni sebagai putri, istri, ibu rumah tangga dan anggota masyarakat yang mana setiap masanya memiliki tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Peranan perempuan dalam ranah publik tentunya akan memberikan efek positif baik itu bagi kehidupan perempuan itu sendiri maupun kehidupan masyarakat umumnya.
    Peranan perempuan dalam ranah publik bisa diejewantahkan melalui kiprahnya dalam dunia sosial, baik itu sebagai guru, bidan, dokter, karyawan swasta, aktivis dan sebagai anggota parlemen. Dalam tulisan kali ini saya ingin mengulas mengenai keterwakilan perempuan di parlemen (DPR/DPRD). Pada pemilu 2004 pemerintah telah mengatur penjaminan 30% kuota keterwakilan perempuan dalam daftar calon yang diajukan partai. Hal ini diatur dalam UU no. 12 tahun 2003 pasal 65 ayat (1) tentang Pemilihan DPR DPD dan DPRD yang berbunyi “Setiap Partai Politik Peserta Pemilu dapat  mengajukan calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan  DPRD Kabupaten/Kota untuk setiap Daerah Pemilihan  dengan memperhatikan keterwakilan perempuan  sekurang-kurangnya 30%. ” ini berarti dalam pasal tersebut menerangkan bahwa dalam setiap pengajuan calon anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/kota dari partai politik harus memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%.
    Kemudian pada pemilu 2008 muncul peraturan baru sebagai bentuk perbaikan dari peraturan tahun 2003 yakni UU no. 10 tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR dimana dalam pasal 8 huruf d berbunyi “menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh  perseratus)  keterwakilan  perempuan  pada  kepengurusan partai politik tingkat pusat ”. Dalam pasal tersebut berarti setiap partai politik diwajibkan menyertakan minimal 30% perempuan dalam kepengurusan tingkat pusat. Selain itu, pada pasal 53 berbunyi “Daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52  memuat paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus)  keterwakilan perempuan”.  Pasal tersebut mengisyaratkan bahwa daftar bakal calon memuat paling sedikit 30% keterwakilan perempuan di dalamnya, hal ini diperkuat oleh pasal 55 ayat (2) “Di dalam daftar bakal calon sebagaimana dimaksud pada  ayat (1), setiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat  sekurang-kurangnya 1 (satu) orang perempuan bakal  calon” pasal ini mensyaratkan bahwa didalam daftar calon untuk setiap 3 bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 bakal calon yang berjenis kelamin perempuan.
    Kedua peraturan tersebut diperkuat oleh UU no. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik dimana dalam UU tersebut juga menyatakan 30% kuota keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik. Kedua peraturan tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam parlemen. Namun realita sampai saat ini, keterwakilan perempuan dalam parlemen dan partai politik belum mencapai kuota 30%. Pemilu tahun 2004 anggota Parlemen perempuan hanya 12 % dan Pemilu 2009  18 %.
    Budaya politik yang ada di Indonesia, yang menempatkan kedudukan perempuan dibawah laki-laki bukan sebagai mitra. Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian bagi para aktivis perempuan untuk turut serta memberikan dukungan kepada perempuan lain yang memiliki kemampuan untuk menjadi anggota parlemen agar memiliki keinginan untuk mengambil peranannya dalam parlemen. Upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan tidak saja dapat dilakukan oleh aktivis perempuan saja namun juga dapat dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh partai politik. Seorang pengamat politik Mardety Mardiansyah mengatakan beberapa cara, diantaranya:
1. Partai  mengeluarkan kebijakan untuk  meningkatkan kualitas perempuan  seperti  memberikan pendidikan dan pengkaderan politik
2. Partai  mengeluarkan kebijakan yang menyadarkan pemilih akan pentingnya memilih wakil-wakil rakyat yang berpihak kepada perempuan
3. Partai  didorong untuk menempatkan perempuan pada jabatan-jabatan strategis dalam partai
4. Partai harus merekruit caleg perempuan dengan Kriteria khusus yaitu caleg perempuan yang memiliki amanah Pemilu
Upaya-upaya tersebut perlu juga diimbangi dengan diadakannya pendidikan politik dan karakter bagi perempuan itu sendiri sehingga kelak ketika keterwakilan perempuan di parlemen telah memenuhi kuota 30% maka perempuan akan mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Hal ini menjadi harapan saya agar dalam pemilu 2014 mendatang, keterwakilan perempuan dalam parlemen meningkat dan tidak hanya keterwakilannya saja yang mencapai kuota namun juga diimbangi dengan kemampuan perempuan yang dapat membuat kebijakan yang tepat serta berpihak pada perempuan lainnya dan bagi masyarakat umumnya selain itu keterwakilan perempuan dalam parlemen juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pengawasan terhadap penyusunan program dan anggaran dalam parlemen.
HIDUP PEREMPUAN INDONESIA! JAYALAH PEREMPUAN INDONESIA!

Ditulis di balkon kostan tercinta ditemani sejuknya semilir angin malam kota Cimahi. :)

PEREMPUAN DAN PERANANNYA

Oleh : Noer Apptika Fuji Lestari

Secara terminologi, perempuan berasal dari kata Per-Empu-An, empu yang berarti mampu sedangkan per dan an konjungsi yang jika disambungkan Perempuan adalah seseorang yang mampu. Sedangkan wanita berasal dari kata wani dan tata itu berarti Wanita adalah seseorang yang wani ditata atau dalam bahasa jawa wani ditoto. Ini merupakan salah satu alasan kenapa kebanyakan orang lebih suka disebut perempuan dibanding wanita.
Perempuan merupakan mahluk Tuhan yang spesial, terbukti dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang perempuan, bahkan ada salah satu surat Al-Qur'an khusus menjelaskan tentang perempuan (An-Nisa). Secara kodrati, perempuan berbeda dengan laki-laki. Perempuan diberikan Alloh kodrat untuk Menstruasi, Mengandung, Melahirkan dan Menyusui sedangkan laki-laki tidak. Dan perempuan diberikan Alloh rasa yang lebih dibanding laki-laki sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan lebih perasa (soft power) dibanding laki-laki. Namun untuk urusan yang lain yang hubungannya dengan kehidupan sosial, perempuan dan laki-laki tidak ada bedanya. Baik perempuan atau laki-laki memiliki hak untuk terjun langsung dalam ranah sosial, hanya saja perempuan memiliki kodrat yang tak bisa dipungkiri jika perempuan terjun ke ranah sosial maka ia tidak akan secara total melaksanakan tugasnya atau peranannya dalam ranah sosial. Perempuan memiliki empat peranan, yakni:
  1. Sebagai Putri atau buah hati dari kedua orang tuanya.
  2. Sebagai istri yakni pendamping bagi suaminya.
  3. Sebagai Ibu yakni orang tua bagi buah hatinya.
  4. Sebagai Anggota masyarakat yakni seseorang yang berdiam dan terdaftar sebagai bagian dalam suatu komunitas.
Melihat keempat point tersebut bahwa peranan perempuan dalam setiap masanya memiliki tanggung jawab dan tugas mulia. Peranan perempuan sebagai putri yakni perempuan itu memiliki tanggung jawab untuk menuntut ilmu dan senantiasa melakukan serta memberikan yang terbaik untuk dipersembahkan kepada kedua orang tuanya. Kemudian ia beranjak dewasa ia menjadi seorang istri bagi suaminya dan menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, disinilah letak kemulian seorang perempuan karena perempuan harus mampu berperan menjadi seseorang bidadari, dimana ia harus mampu membuat rumah tangga sebagai surga dunia bagi suami dan anak-anaknya, ia harus mampu mengerjakan pekerjaan domestiknya, ia harus mampu membina dan mendidik tunas muda menjadi anak-anak yang cerdas dan berakhlak mulia. Disamping perempuan berperan sebagai istri dan ibu ia juga berperan sebagai anggota masyarakat dimana setiap anggota masyarakat harus memberikan kontribusi agar komunitas atau kehidupan dalam lingkungan tempat ia tinggal menjadi semakin baik mengingat bahwa setiap manusia memiliki kewajiban untuk mengamalkan ilmu yang ia dapat untuk kemanusiaan maka kehidupan masyarakat/sosialah yang menjadi lab untuk mengamalkan ilmu tersebut. Sehingga mau tidak mau perempuan harus mampu berperan dan memberikan kontribusi yang baik terhadap lingkungannya melalui peranannya dalam ranah sosial entah itu sebagai aktivis, pegawai, birokrat, politisi dan lain-lain.
Berbicara mengenai peranan perempuan, bagi sebagian orang memandang bahwa perempuan tidak dibolehkan untuk turut campur dalam ranah sosial seperti bekerja, berbisnis diluar rumah, berpolitik dan lain-lain. Ada beberapa hal yang menyebabkan orang berpandangan tersebut :
  1. Pemahan Al-Qur'an secara tekstual. Bagi mereka yang memahami isi dari ayat Al-Qur'an secara tekstual jelas akan sangat melarang perempuan berkiprah di dunia sosial.
  2. Culture yang berkembang di masyarakat bahwa tugas perempuan hanya Dapur, Sumur dan Kasur sehingga perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi.
  3. Hegemoni intelektual klasik, sehingga cara pandang masyarakat masih tertutup, intoleran, kaku dan radikal.

Pandangan tersebut merupakan pandangan yang sudah seharusnya kita rubah, agar kehidupan manusia semakin baik dan tentunya hal ini tidak bertentangan dengan apa yang terkandung dalam Al-Qur'an bahwa Al-Qur'an selalu mengajak manusia untuk berubah, tidak stagnan, tidak rigit dan tidak statis karena perubahan merupakan sunatullah. Islam memerintahkan setiap manusia sebagai khalifatu Allah ar-ard diberi tanggungjawab untuk melaksanakan ajaran agama dalam segala aspek kehidupan (sosial, ekonomi, politik dan budaya). Khalifah atau Wakil Tuhan untuk memakmurkan bumi, sehingga setiap manusia mempunyai tanggung jawab untuk memakmurkan bumi dalam segala aspek kehidupan baik itu laki-laki atau perempuan. Jelas, islam dalam hal ini tidak melarang perempuan untuk berkiprah dalam ranah sosial mengingat setiap manusia adalah Khalifah.
Perempuan dan perananannya dalam ranah sosial tentunya memberikan kontribusi positif dalam kehidupan, beberapa diantaranya :
  1. Perempuan memiliki sifat soft power (keibuan) sehingga akan lebih peka dan responsif terhadap keadaan di sekitar.
  2. Jika seorang perempuan berprofesi sebagai tenaga pengajar tentunya ia akan memberikan pembinaan dan pendidikan untuk tunas muda tidak hanya pada anak-anaknya di rumah saja.
  3. Menciptakan kesejahteraan perempuan dengan menciptakan sistem yang peka dan kondusif terhadap kaum perempuan melalui keikut sertaannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan lainnya.

Jadi, jelaslah bahwa perempuan dapat berperan dalam kedua ranah yakni dalam ranah domestik dan ranah publik/sosial. Sehingga peranan perempuan tidak melulu bertanggung jawab dalam ranah domestik saja karena perempuan pun memiliki hak untuk berkiprah dalam ranah sosial dengan tidak mengesampingkan tugas dan kewajibannya dalam ranah domestik. Keduanya merupakan kewajiban mulia bagi seorang perempuan untuk mengejewantahkan tujuan suci yakni membuat tiang negara jaya dengan tetap mengawal panji islam. Sejahteralah perempuan, Jayalah Indonesia!