Buscar

aiyrapptika world :)

Haruskah APATIS???

Sejak awal aku memasuki dunia kampus, aku sudah memutuskan untuk menjadi seorang mahasiswa yang APATIS, bahkan APATIS TOTAL. Aku akan mengasingkan diriku dari dunia organisasi kampus. Aku tak peduli orang mau bilang apa, yang penting aku asik dengan duniaku, aku merasa enjoy dengan apa yang ku lakukan, bagiku itu sudah cukup. Dengan mempunyai beberapa orang teman dekat, aku sudah merasa nyaman berada di kampus, tak perlu aku mengenal dunia lainnya. Aku takut, takut kalau idealismeku berubah ketika bergabung dengan dunia nyata itu. Aku takut, studyku berantakan karena dunia tak penting itu. Saat itu aku benar benar memutuskan untuk menjadi diriku sendiri tanpa memperdulikan dunia kampus. Aku tinggal mengikuti prosedur kampus tanpa banyak "cing cong" itu sudah cukup.
Aku sudah cape menjadi aktifis, aktifis yang bagiku hanya gitu gitu saja. Aku gak suka dengan organisasi yang gitu gitu aja, aku rasa pengalaman organisasiku sudah cukup, jadi untuk apa aku buang buang waktu untuk hal yang gak penting itu? yang terpenting bagiku saat itu adalah belajar yang baik dan mempersembahkan nilai yang terbaik untuk kedua orang tuaku.
UKMI, itulah satu satunya organisasi yang aku ikuti di kampus, kenapa? karena itu amanah dari kedua orang tuaku, Mama dan Apa bilang "Dimanapun kamu berada, suplay ruhiyah itu penting, itu asupan yang terpenting sebagai pedoman hidup". Mungkin itu yang menjadi alasanku untuk gabung dengan UKMI. Ya yah, agar aku tetap terus menjalankan amal jam'iyahku hanya itu, dan mungkin aku tidak bisa dibilang anggota karena memang aku tak lebih hanya simpatisan. Aku bukan aku jaman SMA atau SMP yang siap berkorban untuk organisasi, aku sudah males dengan itu semua. Ah, tak ada gunanya untukku, toh semua organisasi di kampus tak ada hubungannya dengan prodi yang aku ambil.
Awal semester 1, aku hanya menjadi simpatisan UKMI dan kadang ikut jadi relawan di RUBEL SAHAJA CIMAHI itupun karena aku memang bener bener tertarik ingin tahu dunia anjal.
Beberapa bulan aku berhasil menjadi mahasiswa apatis, apatis di organisasi kampus. Lama lama aku bosan juga, mungkin karena jiwa aktifisku terlalu menggebu yah, jadi tak bisa aku biarkan begitu saja. Sampai akhirnya aku, bener bener dipaksa sama si ayam Andriii untuk jadi Ketua Divisi Kerohania Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, mau gak mau karena dipaksa ya aku harus mau. Hmm, awalnya cuma numpang nama, bikin proker ku pikir tugasku selesai sampai disitu, itung itung sebagai mahasiswa yang baik harus mau sumbangsih tenaga sebagai kontribusi pada himpunan, ya kurang lebih begitulah pikiran awalku. Hmm, aku bener bener seperti memikul beban yang sangat berat. Dan amanahku pun tak hanya di himpunan saja, di UKMI tiba tiba aku diberi amanah untuk masuk BSO PAAI sebagai Divisi Kurikulum. Dan memang jiwa aktifisku (mungkin) tak bisa lepas dari diri ini, awalnya hanya memenuhi permintaan saja, tapi ternyata tidak aku mulai lagi merasakan asyiknya berorganisasi. Aku benar benar merasa enjoy, aku serasa menemukan kembali separuh jiwaku yang pergi (haha alay).
Disana aku banyak belajar tentang ke-ikhlasan.
Disana aku banyak belajar untuk saling memahami.
Disana aku belajar untuk sabar menghadapi perbedaan perbedaan yang sering bergejolak.
Disana aku belajar menyatukan beberapa kepala dengan cara cara yang bijak.
Tak perlu apatis untuk sukses, tak perlu apatis untuk mendapat IPK yang besar. Apatis memang kadang perlu, namun kita harus tahu kapan kita harus benar benar apatis dan kapan kita harus angkat bicara dan berjuang. Tak ada dosen yang mengajarkanku untuk apatis untuk mendapat IPK yang memuaskan, tak ada dosen yang mengajarkanku untuk aktif di kelas saja, agar menjadi mahasiswa kebanggaan dosen.
Aku bersyukur, sangat bersyukur bisa berada di tengah tengah mereka yang banyak mengajarkanku. Aku bersyukur, karena merekalah yang telah mengajarkanku untuk berfikir realistis.
Semoga Alloh selalu membimbingku, kemanapun aku melangkah semoga selalu ditunjukan jalan yang terbaik. Apapun yang ku lihat, ku dengar, ku lakukan semoga itu yang terbaik. :)
If you're alone, I'll be your shadow...
if you want to cry, I'll be your shoulder...
if you need happy, I'll be your smile...
but, anytime you need a friend, I'll just be me...

Ditulis dengan separuh jiwa yang kembali,
Cimahi, Mon 26 sep 2011
09.56 P.M.

Strange Story :D

it's really really My Strange Story,,,haha you know why?
Semalem kaya orang bingung, bolak balik warung depan kostan cuma gara gara satu dus AQUA botol!!!
Semalem ketawa ketawa sama best friendsku Si Teteh Nyonyon gara gara tingkah temen temen yang aneh, hua huaaa beberapa hari ini aku belajar banyak dari kalian hei para mahluk aneh, hihi peaceee...
Beberapa hari yang lalu, aku dikejutkan oleh satu sms yang kuterima dari seorang anggota divisiku, 


"Dengan surat ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari kepanitian Hari Keakraban Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNJANI 2011,
nama  : SENSOR
nim    : SENSOR
Pengunduran diri ini saya buat, karena saya ada masalah pribadi. Saya harap saudari dapat memakluminya"

Kurang lebih begitulah isi sms yang kuterima dan tentunya menimbulkan BIG QUESTION di alam nalarku, tapiii dengan gaya nyantainya si aku, dengan tenang pula ku replay message itu.
"Tolong kirim ke ketuplak, saya tidak punya wewenang untuk memutuskan itu"
Well, dengan mundurnya salah seorang anggotaku, itu artinya berarti aku harus kerja extra. Oke, never mind, let it flow babby...hihi wuiiiihhhh tapi tapi pusingnya beribu keliling ketika aku harus kerja seorang diri karena satu dari anggotaku yang tersisa tidak bisa membantu karena dia ada keperluan pribadi. Oke, aku bersikap tegar, hadapi masalah dengan dewasa, gak ngomel ngomel, ngomelnya ke best friend aja dah,,,haha
H-1 pun TIBA,
DEG DEG DEG, aku harus mempertanggung jawabkan jobku, dan tentunya memaparkan di depan semua panitia. wiiih, tapi ternyata rapat terakhir hanya CUAP CUAP yang ku anggap gak penting dari ketuplak, woalah jelas nda penting toh, gada hubungannya dengan my jobdes,,hihi #padahalnya mah karena udah malay rapat
On the nigth, H-1
Wara wiri di kostan, bukan nyiapin apa yang besok mau dibawa ke tekape, tapi tapi wara wiri cari isi perut karena perutku sudah waktunya menerima haknya, hihi
"Buuuuu,,,,buka pintunya"
Lagi enak enak makan, Si Teteh Nyonyon ngetok ngetok pintu, kubuka pintunya.
"Bu, teteh nginep yah?"
"monggo,,," jawabku santai,
"tapi teteh mau ngawal si toto dulu, ntar kesini lagi..." #ngawal her boyfriends
"yohaaa"
Ku lanjutkan makanku, sekalian nunggu si bapa aqua yang janjinya mau kirim aqua yang sudah aku pesen tadi sore. Lama lama ku menunggu tapi tak datang jua, akhirnya kesel dah, mau gak mau kudu disamperin ke warungnya.
Urusan aqua selesei, waktunya aku buat setrika, gada pikiran deh buat siapin apa yang mau dibawa, karena aku emang ingin nyantaiiii gak ribet bawa ini itu, aku kan bukan peserta.. :D
Tiba tiba, lagu Throught the Rain-nya Ceu Mariah Carey terdengar nyaring dari si bintang (handphoneku).
"Besok berangkat jam berapa?"
Masih inget, seseorang yang melayangkan surat pengunduran diri? hihi ternyata dia sms gtu, nah ada apa yaaaaaahhhh???
"10" balasku singkat
"pngen ikut, boleh?"
asli, tahu gak apa reaksiku dan Si Teteh Nyonyon kita ketawa ngakak, bener bener lucu yah tingkahnya. ckckck
"oh, surat pengunduran dirinya udah gak berlaku yah?" begitulah sms yang ku bales hasil rundingan dengan si teteh.
"hoyong ngiring, tapi hoyong uih. pami ngiring isin"
lagi lagi kita ketawa dibuatnya, haha bener bener yah ini anak lucu sekali tingkahnya,,,,
"mangga bade ngiring mah, mung kedah nyarios heula ka ketuplak atanapi acara, abdi mah teu tiasa mutuskeun" sms jawaban atas inisiatif pikiranku.
Akhirnya karena sms itu, kita jadi cerita cerita tingkah tingkah lucu kawan kawan lainnya. Dan lagi, handphoneku berdering.
"Nur, gimana aqua udah? oya, besok kamu mau bawa apa? pake rok atau celana?"
itu sms dari temanku yang selalu riweuh tiap mau kemana mana, dan yang selalu dia tanya tiap mau pergi itu "Bawa apa? pake apa?"
"Bener bener, pertanyaan ngocol eta mah. bilangin weh bu, aku mah gakan pake baju, aku mah mau bawa batu biar awet..haha pan apal meureun ibu mah pasti pake rok, adeuh eta budak...haha" jawab si teteh dengan ala jeplaknya...
"Aqua udah, aku gakan bawa apa apa" replay sms
"ooh, terus kamu mau bawa cemilan? pake sepatu apa?"
"Haha eta budak, jawab bu, udah bawa batu aja cemilan mah cepet abis, trus pakenya sepatu bot aja"timpal si teteh.
"aku gakan bawa apa2 say, pake sepatu mah terserah apa aja yg penting nyaman" replay sms, gak mungkin dong aku bales ngikutin jawaban jeplak si teteh.
Du duh, asli yah malem itu penuh tawa, ngobatin pisan rasa cape yang gak karuan itu, karena ketawa ketawa terus, imbasnya kita tidur kemaleman, bayangin dong jam setengah 12 baru tidur, padahal jam setengah 3 harus udah merapat ke kampus.

Dini hari,
Ntah berapa kali si bintang berdering namun tak ku hiraukan. mungkin udah belasan sms masuk dan puluhan missed call kali yah, sengaja aku silent handphoneku biar gak bising. Gila dong, jam 2 udah di telponin. Lihat si teteh nyonyon masih sangat pulas tidur, padahal handphone kita terus terusan berdering, tapi sama sekali tak membangunkan tidurnya bahkan aku yang denger pun nerusin tidur aja, karena ku pikir waktu masih menunjukan pukul 2.
"Treng treng,,,, mbreeeemmmmm mbreeemmmmm,,,, Nuuuuuuuurrrrr nuuuurrrrr....treng treng,,,,mbreeeeemmmmm mbreeeeeemmmmmm,,,,nuuuuurrrrr nuuuuurrrrr"
Ku dengar suara lonceng gerbang kostan, suara mobil dan teriakan yang memanggil namaku dari arah gerbang berkali kali membuat seantero kostan rame dan teman yang lain terganggu tentunya. namun, lagi lagi tetap saja aku tidur sampe teriakan ketiga aku terpaksa bangun. dengan bergegas mencari rok dan kerudungku.
"Iiiiih ai kamu, baru bangun neng, hayu cepet panitia udah harus briping..."
"wew, baru juga jam tiga,"
"yeeeh buru hayu bareng"
"Eh, aku mah belum mandi, sok weh duluan" padahal modus biar ngulur waktu pingin sholat subuh dulu, khawatir disana sibuk susah izin sholat.
"Teteh hayu bangun, kita kesiangan nyon..."
"wah nu bener? aduh maba urang karunya, teteh heula nya bu mandinya"
"iya sok"
Wes, si teteh mandinya kilat banget.
"Teh, teu mandi nya?"
"shut, gandeng tiris"
"Ah, kamu mah emang tara mandi"
"haha bener..." #fakta, kalau best friendku yang ini jarang mandi
Setelah aku beres mandi, dan si teteh udah siap.
"Bu, tong sholatlah, engke weh di kampus.."
"yey, enak aja,,,ga aku mah mau sholat dulu"
dengan terpaksa si teteh nunggu aku sholat.
Perjalan menuju kampus kita tempuh dengan lari lari, lagi lagi dengan gaya konyolnya si teteh, dia menirukan seperti orang yang dikejar maling dan PKL yang dikejar Satpol PP. haha sepanjang jalan penuh tawa. gokil banget pagi ini, banyak cerita konyol yang memberi semangat pagi.
The last, I'm appologize (esspecially for my friends who has I tell in this strange story) gada maksud apa apa ko, cuma ini jari jariku gak nahan untuk tidak menuliskan setiap moment yang aku lewati.

Perjalanan menuju Cikole,
Bandung, sat, 24 sep 2011 :D

Heiiiii, I'm the 2nd GRADE STUDENT!!! :D

Iiiih WOOOOOWWWW, aku baru nyadar, kalau aku ini udah bukan ANAK KECIL lagi,,, haha aku baru ngeh loh, kalau aku ini udah jadi MAHASISWA, mahanya si siswa, hihi ya enggalah,,, maksudnya itu kedudukanku sekarang lebih tinggi dari siswa bahkan paling tinggi tingkatannya di kalangan siswa, jadi aku ini udah bukan anak kecil, aku ini udah harus dewasa..ckckck jadi kemana aja selama ini neng???? mungkin kemaren kemaren aku lagi tidur kali yah, tidurnya itu nyenyaaaakkkkk banget sampe baru nyadar pas bangun, aku udah ma'aciwaaaa,,,hihi
Dan ternyataaaa,,,aku baru bangun itu beberapa hari kemaren, haha kasian sekali yah aku. Aku baru nyadar kalau mahasiswa itu bukan siswa yang sukanya maen maen, becanda becanda, makan makan, yaaa bring kaditu bring kadieu kalau siswa mah,,,nah, mahasiswa itu gak gtu. Dosenku bilang, “bangga yah jadi mahasiswa?”
“Tentunya” jawabku dalam hati,
Ngakunya aja mahasiswa, tapi kemampuannya gak jauh beda sama siswa, nah loooohhhh kenapa gtu?mau tau kenapa? Yuuu kita cari tahu,,,,yu mariiiiiii ciiiiinnnn... :)
Beberapa hari ini aku dapet tugas yang SUBHANALLOH YAH, capeeeenyaaa, sampe kepalaku ini berasa pusing beribu ribu keliling, #haha alay banget iii kamu el!
Tahu gak, seumur umur, (jaman SMA) aku jarang deh ngerjain tugas organisasi, dulu itu aku cuma tinggal tanda tangan doang, padahaaalll dulu itu aku sekretaris,,hihi
Tapi bener loh, gara gara tugas itu (tugas organisasi) aku jadi mikir, ternyata mahasiswa itu bener bener dituntut kemandiriannya, bener bener dituntut profesionalitasnya,,,hihi
Pusing gak sih? Ketika kita ngurus ngurus ini itu sendirian padahal kita punya TEAMWORK, pusing kan pastinya....??? banget malah... coba aja kalau kita mikirnya gak dewasa, buat apa coba ikut organisasi??? uuuh, organisasi kan cuma buang buang waktu, buang buang tenaga, numpang eksis dan lain lain alasan teman teman yang gak mau organisasi. Padahaaaallll, coba deh ubah pikiran anda kawan, dan mulai dengarkan aku, hihi salah deng, bukan dengarkan aku tapi dengarkan kata para pakar sosiologi kalau organisasi itu, TEMPAT KITA BERLATIH SEBELUM TERJUN KE DUNIA NYATA. Bener lagi, dunia nyata itu lebih luas mameeeennn,,,,organisasi yang kalian ikutin di kampus itu gak seujung kukunya dunia nyata, sadar woiii sadar, jadi mahasiswa JANGAN CULUN dong,,hihi masa mau jadi mahasiswa KUPU KUPU, ntar gak kenal dunia kampus dong? Lagian, emang anda pikir seorang yang sukses itu kudu selalu belajar???gada waktu buat apapun selain belajar? Emang anda pikir seorang yang pinter yang serius belajar dijamin akan sukses tanpa kemampuan berorganisasi? Emang anda pikir orang orang yang ketika kuliahnya sibuk sama organisasi gada waktu belajar bakalan masuk kelompok NASAKOM (Nasib Satu Koma)??? haduuuuuhhhh gak kaleeee,,,banyak ko, orang orang yang sibuk sama organisasi bahkan tak jarang dia dapet IP/IPK diatas 3,5 bahkan ada yang sampe dapet 4,00 loohhh... Nah, itu jelas kan membuktikan bahwa organisasi itu gak bikin kita bodoh bahkan bikin nilai kita turun drastis tis tis tiiiiissss...
Nyata loh, kakaks tingkatku itu dia seorang kahim (Ketua Himpunan) menurut berita yang beredar di seantero mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNJANI, katanya beliau itu sering banget IP dan IPK 4,00, Subhanalloh yah, sesuatu banget,,,ckckck funtastic bukan???

Gini loh, organisasi mungkin akan membuat kita bodo dan bahkan nilai kita jadi turun KALAU kita gak bisa manaje time dengan baik, bahkan gak pernah belajar sama sekali gara gara organisasi, haha aduh hei, kerja di organisasi itu ada waktunya kaliiii,,,
Percaya deh sama aku, kalau niat kita KARENA ALLOH, insya Alloh semua akan baik baik saja, kita gak cuma jadi mahasiswa yang oke dalam bidang akademik tapi kita juga oke dalam bidang organisasi, dengan pengalaman berorganisasi pula akan memunculkan ide ide cemerlang ketika kita berada di tengah masyarakat, nah dengan begitu kita siap terjun ke masyarakat dengan percaya diri deh, betul kan? oya, organisasinya juga gak harus organisasi kampus aja ko, organisasi apapun dan dimana pun yang penting memberi nilai positif untuk kehidupan kita lebih baik lagi. :)

Wew, sepertinya ini postingan gak nyambung sama judulnya yah? Tapi tapi bener ko, aku bener bener baru NYADAR kalau aku ini MAHASISWA TINGKAT DUA setelah kemaren aku ditimpuk dengan tugas yang subhanalloh sekaleeeee sampe bikin dendrit melaju dengan begitu cepatnya, otot otot menjadi tegang dan bahkaaaaannnn bikin nafsu makan bertambah, hihi kebalik yah? Tapi bener lagi, karena cape ngerjain tugas jadi bawaannya pingin makan terus. (Kata mama kalau banyak kegiatan kudu banyak makan sama ngemil). Nah, jadi bener banget kan kata dosenku itu, kalau kita ngaku mahasiswa, kita harus punya kemampuan yang layak dikatakan sebagai mahasiswa dong, biar masyarakat tidak meragukan kemampuan kita!
Alhamdulillah yah, hari ini seneeeeennnnggggg banget, laju dendritku kini melaju dengan normal dan otot otot sudah mulai terefleksi dengan baik, karena aku sudah mendapat titik terang dengan tugasku itu.hihi bener bener bersyukur, Alhamdulillah Ya Rabb...

Thanks for everyone (especially for my senior) who has been guiding me for doing MY BIG JOB, a thousand thanks for you brota and sista... now, I know, that I'M THE 2nd GRADE STUDENT!!!
So, I must be an adult person, think smart and I will be doing my job well,,, :)

Penemuan titik terang, malam santaiiii
Thu, 22 September 2011

Shaum Senin Kamis, berkat Mama dan Apa

Masih ku ingat sekali, saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Neng, hayu gugah geulis...”
Dengan lembut mamaku, membangunkanku di sepertiga malam. Aku tahu saat itu mama pasti gak tega bangunin gadis kecilnya, saat anak anak seusianya masih terlelap dalam tidurnya, Mama pun pasti betul betul merasa kasihan dan ingin membiarkan putri kecilnya terlelap dalam tidurnya, namun bagaimanapun itu kewajiban Mama dan Apaku yang harus dilaksanakan.
Sejak kelas 6, Mama dan Apaku mulai mengajarkanku Qiyamul Lail dan shaum sunnah senin kamis. Walau kadang kadang rada marah karena masih ngantuk udah di bangunin, maklumlah masih kecil.hehe dan mulai saat itu aku belajar untuk terbiasa QL, walaupun awalnya hanya di malam senin dan kamis saja, kata mama biar sekalian sahur.
Kin pami tos biasa mah tahajudna teu malem senen sareng kemis hungkul nya neng...ieu mah sakantenan sahur weh, bilih teteh teu kiat saumna..”
Papa yang selalu temenin aku saat sahur, bahkan Apa sering sekali suapin aku, soalnya Apa tahu kalau gak disuapin aku pasti ketiduran di meja makan saking ngantuknya, beruntunglah aku punya Apa yang baiiiiikkkk sekali, hihi Sementara mamaku, sehabis masak mama masuk kamar lagi karena harus jagain adik adikku yang masih kecil kecil.

Mama selalu ceritakan aku kalau shaum sunnah senin kamis itu pekerjaan Nabi, Mama bilang kalau aku mau jadi umat Nabi Muhammad SAW aku harus mengikuti sunnahnya, termasuk shaum senin kamis.
Dan selalu ku ingat, dulu tiap shaum Apa selalu nawarin aku dibeliin apa buat buka nanti,
Engkin buka, hoyong dipeserkeun naon?”
Dengan polos aku menjawab, “Biasa, nasi padang sareng es krim...”
Apapun yang aku mau Apa selalu beliin aku, asalkan aku shaum. Emang yah, anak kecil kalau mau ngelakuin sesuatu harus ada syaratnya, bahkan sampe SMP pun tiap buka sering minta dibeliin nasi padang, akhirnya jadi makanan favorit deh, saking seringnya.
Mama dan Apa selalu pesan:
Teteh, tong kakantun tahajudna, usahakeun kedah tahajud, sareng kade shaumna pami teu aya pamengan kedah shaum, pami jalmi nu seueur ibadah sunnahna insya Alloh digampilkeun sagala rupina, puguh ai nu wajibna mah kedah petot petot ibadah the da mung eta nu engkin nolong urang di akhirat mah, tong sok kacacandakeun ku batur, wios batur mah, nu penting putra mamah sareng apa mah kedah janten jalmi nu sholeh, kebanggaan mamah sareng apa”
Itu nasihat Mama dan Apaku, tapi lagi lagi maafkan aku Mah, Pa, aku belum melaksanakan sepenuhnya menjalankan amanah itu, kadang tahajudku masih bolong bolong dan akhir akhir ini pun shaumku suka ketinggalan.
Kini, baru ku sadar betapa beruntungnya aku diajarkan itu semua sama Mama dan Apa yang luar biasa hebat mengajarkanku dengan penuh kesabaran dan tanpa sedikitpun marah ketika ku marah marah saat gak mau dibangunin shaum, saat gak sabar menanti buka, dan saat minta dibeliin ini itu buat buka. Dan ternyata bener apa yang Mama dan Apaku bilang kalau shaum sunnah itu bermanfaat :
  1. Hati menjadi suci dari penyakit hati,
  2. Kesehatan terasa enak

Rasululloh SAW bersabda “Semua amal akan ditunjukan (pada Alloh) pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika saat amalku ditunjukan, aku dalam kondisi shaum” (Hadits Hassan riwayat at Tirmidzi)

TFA (Training For Asisten)

It's about my experience when I followed TFA in Cibodas, Cianjur.

TFA, training for asisten. Yang selalu ku update hampi di beberapa status FBku beberapa pekan ini karena memang inilah BIG EVEN bagi kami keluarga besar PAAI (Program Asistensi Agama Islam) UNJANI. Bagaimana tidak, acara itu dihadiri oleh orang orang pilihan yang insya Alloh akan menjadi MENTOR SUPER (Sholeh, Unggul, Profesional, Extra Ordinal, Rabbaniyah). Subhanalloh...

Jum'at, 16 September 2011.
Dengan langkah pasti penuh semangat, ku langkahkan kakiku menuju mesjid Al-Hidayah UNJANI,  sedikit malu memang karena sebelumnya ku janjikan akan ikut kloter 2 yang pemberangkatannya pukul 13.00 WIB namun, karena ada kepentingan mendadak di himpunan akhirnya aku tunda keberangkatanku menuju Cibodas, Cianjur hingga pukul 16.00 WIB. Ku lihat armada yang akan membawa kami pada Kota Beras itu sudah terparkir di halaman mesjid. Ku pikir aku kesiangan, tapiiii oh ternyata tidak karena masih banyak yang belum dateng. Lihat temen temen lain bawaannya itu loh banyak banget satu tas aja gak cukup, berbeda denganku yang hanya membawa satu tas yang di dalemnya cuma memuat beberapa baju ganti, mukena, alat tulis dan alat mandi aja. Dengan gaya nyantainya si aku, aku hanya duduk manis di pelataran mesjid sambil nunggu temen temen lain dan beberapa kali iseng jepret jepret, haha padahal aku bukan Sie PuDekDok loh.
ini si armada hijau, yg bawa kita ke tujuan
Akhirnya, pukul 17.00 WIB kami menuju Cibodas, ayeeeee senangnya. Bismillah, semoga selamat sampe tujuan. Hmm, tapi karena si armada hijau ini udah uzur kali yah, jadi gak bisa jalan cepet, akhirnya ngerayap deh, dan sangat buang waktu memang, karena perkiraan sampe disana itu bada magrib eeeh ini malah bada isya. ckckck parah yah, tapi gapapa deng, seneng akhirnya nyobain juga naik armada hijau. Soalnya dulu pas pertama masuk kampus, tiap lihat bus itu selalu bilang:
"kapan yah naik?" haha alaaaayyyy geeeelaaaaa
Setibanya di tempat tujuan, subhanalloh kedatanganku disambut rintikan air dari langit. Alhamdulillah, terima kasih Ya Rabb atas nikmatmu ini.
"Ukh, kloter 2 harap menuju ruang makan, langsung makan aja, soalnya waktu mepet, mau langsung materi"
Perintah dari panitia lain tuh, kebetulan aku salah satu panitia juga.
Akhirnya kami makan, dan rundown acarapun terus bergulir hingga larut malam, kurang lebih pukul 00.00 WIB. Semua peserta menuju barak masing masing, tapi lagi lagi panitia ada evaluasi setengah jam hingga pukul 00.30 WIB dan koor acara memberitahukan rundown acara untuk besok.

Sabtu, 17 September 2011.
Pukul 03.00 WIB kami sudah siap siap menuju aula, untuk melaksanakan Qiyamul Lail, Tahsin dan acara. Rundown acara demi acara kami lewati dengan ceria hingga pukul 09.00 WIB materi mengenai Bismillah, ANA BISA!
Pemateri kali ini, sangat mengingatkanku pada sosok teman dekatku ketika SMP, beliau dan temanku itu benar benar punya banyak kesamaan, mulai dari fisik mereka sangat mirip, dari cara beliau memberikan materi uuh sama banget dengan temanku itu. Akh, ana ketemu antum lagi, mungkin kelak antum dewasa akan seperti ini.hihi
ini nih Ustadznya...

Materi kali ini benar benar membuat kami para calon mentor memiliki semangat yang luar biasa untuk siap terjun ke dunia dakwah kampus. Subhanalloh, cara beliau menyampaikan semua materi memang benar benar menghypnosis kami Ustad...
Materi pun selesai pukul 12.00 WIB. Semua peserta diberi waktu untuk istirahat, sholat dan makan.
ini tuh salah satu menu makanku selama di Cibodas.

narsis sebelum mandi, hihi

ini udah mandi, hihi

Setelah semua selesai, kami menuju aula kembali dan kembali mendengarkan materi, materi kali ini temanya: How to Make a good Communication
Materi ini membahas mengenai bagaimana kita memperlakukan adik adik mentee kita dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada adik mentee kita. Lagi lagi sang Ustad menyampaikan materi dengan penuh semangat bahkan tak terlihat satupun peserta yang ngantuk begitupun denganku. Bahkan tak jarang beliau membuat kami ketawa terpingkal pingkal akibat ulahnya ketika meniruka seorang mentor yang tidak bisa memberikan good communication pada menteenya. 
Subhanalloh, aku bener bener menemukan pengalaman berharga pada materi kali ini. Ntah apa yang ada di pikiranku saat itu, saat teman teman yang lain hanyut dalam keceriannya tapi aku malah hanyut dalam penyesalan, betapa malu diriku ini saat berada di tengah tengah orang orang yang luar biasa, sementara aku ini? siapa aku ini? berani beraninya masuk ke komunitas yang tak pantas aku berada di dalamnya, aku ini bukan Mar'ah Mumtadzah. Astagfirulloh, disaat teman teman yang lain hanyut dalam keceriannya, tapi aku tak dapat membendung butiran air yang membasahi pipiku secara tiba tiba. Aku merasa diriku ini tak pantas untuk menjadi mentor, bahkan mentor SUPER sangat tak pantas. Aku hayut, benar benar hanyut dalam kesedihan dan penyesalanku.

Ahad, 18 September 2011.
Ini hari terakhir kami berada di Cibodas, dan agenda kali ini full outbond. Sayang sekali, hari ini perutku tak bisa diajak kompromi, saat orang lain sibuk siap siap otubond, diare menyerangku yang menyebabkan tubuhku ini lemeeeessss sekali, bahkan muntah muntah. Mungkin karena cuaca yang bener bener dingin kali yah, jadi tubuhku ini tak bisa kompromi. Hmm, sepertinya belum rizkinya kali yah, jadi Alloh gak ngijinin aku ikut outbond. Akhirnya aku tidur di kamar sambil nunggu teman teman yang lain pulang outbond. Gada cerita hari ini, disaat teman teman asyiiik bertadabur alam, tapi aku cuma tiduran hingga ashar waktunya back to Cimahi... :)
Bersama sahabat perjuangan, hamasah sahabat... :)

nb: Untuk sahabat sahabat seperjuanganku, hamasah kawan! Mudah mudahan Alloh memudahkan dan memberikan kita kelancaran untuk mengemban amanah ini. aamiin
Senyum hangat untuk ukhtifillah... :)

Penyapu Jalanan vs PEJABAT

Pagi ini, aku begitu tak bersemangat, ntah apa yang sedang terjadi padaku. Hatiku seakan terus bergejolak, seperti ada amarah dalam diri, astagfirulloh...kenapa aku ini???
Tapi, aku tidak boleh dikalahkan oleh keadaan seperti ini, karena hari ini aku harus jalani aktifitasku seperti biasa dengan ambang batas kenormalan seorang mahasiswa. Ku semangati diriku dengan terus menyebut nama mama, dan demi kedua orang tuaku yang ingin sekali melihat putri sulungnya sukses.
Bismillah,,, ku langkahkan kakiku menuju kampus hijau tercinta ketika jam tanganku menunjukan pukul 08.30 WIB karena kuliah mulai pukul 08.40 WIB, dan hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk sampai kampus. Setibanya di kampus, ku naiki anak anak tangga menuju lantai 3, namun yang ku temukan disana hanya segilintir teman temanku nah, yang lainnya kemana?
Hei, kelasnya di kelas pasca” teriak sang ketua kelas.
Wah, ternyata aku harus kembali menuruni anak tangga hingga lantai 2, karena kuliah dialihkan di kelas Pasca Sarjana. Begitu masuk kelas, aku lihat kursi paling depan tempat favoritku sudah penuh, tapi karena aku selalu pingin duduk di depan dengan terpaksa aku meminta teman temanku untuk geser, agar bisa masuk satu kursi lagi untukku. Tahu kenapa aku selalu ingin duduk di barisan depan? Karena kalau aku duduk di belakang pasti perhatianku pada dosen gak akan fokus, apalagi keadaanku sedang galau gini.
Mata kuliah pertama pun dimulai, yaitu Perencanaan Tata Ruang. Seperti biasa, pertemuan pertama dosen tidak banyak ngasih wejangan materi, melainkan perkenalan, ntahlah itu modus dosen atau emang dosen ingin kenalan dulu.hihi tapi sepertinya itu gak modus karena yang ngajar itu PuRek 3 (pembantu rekan 3) loooh... Dosen mulai berbicara kesana kemari tentang perencanaan tata ruang. Kalau setiap kabupaten/kota harus memiliki rencana tata ruang yang baik agar menghasilkan suatu sistem pusat pusat pelayanan wilayah, begitulah yang ku tangkap dari wejangan dosen, walau fikiranku masih jalan jalan kesana kemari tapi aku berusaha untuk fokus.
Well, mata kuliah pertama pun selesai pada pukul 10.20 WIB. Alhamdulillah aku berhasil mengusir gejolak hatiku dan aku semakin semangat menunggu mata kuliah selanjutnya. Tetap di ruangan yang sama dan hanya butuh waktu 3 menitan untuk nunggu dosen selanjutnya tiba di kelas. Kalian tahu, mata kuliah apa selanjutnya? Manajemen Sumber Daya Manusia. Nah, untuk dosen yang ini gada waktu untuk kenalan, hanya saja dosen ini memberikan waktu 5 menit untuk istirahat.
“Saya kasih anda waktu 5 menit untuk istirahat, tapi tidak bicara”
Dengan lantang sang dosen memperingati kami, dosen yang satu ini memang terkenal tegas dan disiplin, aku mengenal dosen ini karena Beliau adalah dosen waliku dan semester sebelumnya aku pernah belajar dengan Beliau saat ambil SKS ke atas. Jujur, aku suka dengan cara beliau mengajar, ketegasannya membuatku enggan untuk melakukan kesalahan, alhasil aku selalu berusaha fokus saat mata kuliah beliau, karena di tengah tengah wejangan beliau memberikan kuliah beliau suka tiba tiba nunjuk mahasiswa dan memberikan pertanyaan, apalagi mahasiswa yang ngobrol dan gak perhatiin beliau bicara, wah habis deh ditembaki pertanyaan,,hehe
Wejangan pertama, dimulai dari pengertian Manajemen Sumber daya, sumber daya manusia dan sumber daya alam. Menarik sekali, saat beliau membahas mengenai sumber daya manusia, kalian tahu apa yang dibicarakan beliau? Beliau membicarakan realita yang ada sekarang ini pada pemerintahan negara kita tercinta. Ya yah, memang sulit sekali untuk membenahi pemerintahan kita kalau tidak ada kesadaran dari masing masing elite politik itu sendiri. Kasihan yah, negeri ini, jadi inget mata kuliah kemarin deh, Kepemimpinan Pemerintahan Indonesia, yang berbicara tentang Krisis Leadership di Indonesia. Memang itu sebuah argument yang tidak bisa disangkal lagi kebenarannya, dimana Sumber Daya Manusia negara kita tak lagi bagus. Bahkan Dosenku ini bilang kalau:
Penyapu Jalanan Lebih Mulia daripada Pejabat, betul begitu???
Harusnya para pejabat itu banyak belajar dari mereka...
Coba renungi, betapa ikhlas mereka melakukan pekerjaan itu, pekerjaan yang mereka lakukan jelas sangat bermanfaat buat kita, bukan begitu? bandingkan dengan para pejabat yang enak duduk manis di kursi kursi panasnya, bahkan kebanyakan dari mereka lebih mementingkan kepentingan individu, kelompok dan golongannya sementara rakyat? kapan PAK??? Benar yah, kalau udah jadi pejabat itu gak lagi Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami tapi Bagiku kapan?
Dan terbukti sekali kalau di Indonesia tak lagi, The Right Man on The Right Place.

Di tengah tumpukan tugas,
Cimahi, 15 Sep 2011

Dan lagi, Mamaaa :*

Neng geulis, tos gugah? Kade tahajudna hilap, subuhna teu kenging kasiangan. Tong hilap sarapan, sareng jaga kesehatan.(neng cantik, udah bangun? Jangan lupa tahajud, subuhnya jangan kesiangan. Jangan lupa sarapan dan jaga kesehatan)

Hmm, begitula sms yang tiap pagi ku terima dari Mama tersayang yang jauh disana, di kota yang berbeda denganku sekarang. Mungkin, sudah menjadi kewajiban mama kali yah untuk mengingatkanku sholat, makan dan menjaga kesehatan karena memang hampir tiap hari mama smsku begitu dan itu pun gak cukup sekali dalam sehari dan gak cuma sms, telpon dari mama pun sering aku terima. Walau kadang pembicaraannya cuma nanya
Neng nuju dimana? Tos emam acan?”
Begitupun dengan hari ini, kemarin, dan mungkin besok pun akan tetap seperti ini. Padahal yah, aku tuh kan udah bukan anak kecil lagi, tapi selaluuuu aja perhatian mama itu gak pernah berkurang. Tapi barusan, aku bener bener heran, mama secara tiba tiba nyuruh aku jujur tentang keadaanku beberapa hari ini, (nah loh, padahal kan tiap hari juga telfon)
Neng sehat? Neng teu nanaon? Nyarios ka mamah ai aya nanaon teh, tong sok diheumheum nyalira.
Ya itulah, sms yang baru saja ku terima dari mama. Subhanalloh, sepertinya benar benar ada kontak batin yah antara Ibu dan anak, walaupun aku gak cerita tentang keadaanku sekarang, tapi hati mama selalu tau apa yang terjadi padaku. Padahal yah, aku tuh beberapa hari ini cuma lagi galau aja, galau karena satu masalah yang terjadi padaku bukan apa apa dan aku pikir gak penting buat cerita ke mama karena aku gak mau membebani pikiran mama dengan keadaanku yang sedang tak menentu ini. Dan akhirnya, karena mama nelfon, mau gak mau aku ceritakan semuanya.
Sayang, sabar yah, jangan down karena satu masalah, teteh masih punya cita cita yang harus teteh utamakan, jalan teteh masih panjang, teteh masih punya kesempatan untuk selalu memperbaiki diri. Teteh berdo'a terus, minta yang terbaik. Do'a mamah selalu untuk teteh. Selalu ada mamah dan papa yang sayang dan nyemangatin teteh. Semangat terus untuk sukses ya sayang.
Dan itulah nasihat dari mama, setelah aku bercerita. Mamaku emang THE BEST!

Subhanalloh, benar benar mama malaikat hidupku yang jasanya tiada tara, dan ini bukan kali pertamanya aku posting tentang mama, beberapa dari postinganku sebelumnya pun bercerita tentang mama karena memang cerita bersama mamalah yang selalu ingin ku tulis.
Mama begitu perhatian padaku, pada putra putrinya, hampir seluruh hidup mama, mama korbankan untuk menjaga dan menyanyangi keluarganya. Tapi apa balasan dariku? Mungkin tak terhitung hamparan dosa yang ku perbuat padanya, bahkan perhatianku padanya pun tak sehebat perhatiannya padaku.
Ya Rabb,,,jagalah selalu kedua orang tuaku, ampuni dosa keduanya, berilah mereka kekuatan dan kesabaran untuk mendidik putra putrinya agar selalu taat di jalanMU. aamiin

Sore hari, penantian menunggu buka,
Cimahi, 15 Sep 2011

Lebaranku, ied Mubarok

Hmm, udah gak jaman yah nulis cerita lebarannya?hihi gapapalah, aku juga kan ingin berbagi cerita, biar sama kaya temen-temen lain dan sebenernya rencana cerita tentang lebaran udah jadi ide pas lebarannya, cuma karena gada waktu buat nulis dan keadaan di rumah gak memungkinkan untuk online, alhasil ceritanya di pending deh, sampe hari ini baru keingetan. Hehe

Ku ingat sekali malam itu malam selasa, tepat dimana semua umat muslim di dunia ramai ramai meng-Agungkan Alloh dengan takbirnya, gema takbir terdengar di seluruh penjuru bumi, ya begitulah kemeriah umat muslim menyambut hari kemenangannya.
Pagi itu, hari sudah memasuki hari rabu, dimana semua orang ramai ramai pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat ied. Tak terkecuali dengan keluargaku, semua orang rumah sudah bangun dari subuh. Usai sholat subuh segera bergegas siap siap menuju mesjid, apalagi adeku  paciweuh sama baju barunya, tapi lucu juga lihatnya..
"Mah, mah, baju eneng udah rapih belum?cantik engga?" begitulah ocehan Neng Tita si bungsu ke mamah, maklumlah anak kecil...
Tapi, sayang sekali aku gak bisa merasakan kecerian sholat ied bareng mommy dan si bungsu. :( Sedih deh, gak bisa sholat ied, secara sholat kemenangan, kemenangan karena kita berhasil melewati sebulan lamanya ramadhan dengan ujian ujian di dalemnya, udah gitu kan cuma setahun sekali. Bener bener sedih, apalagi suara takbir begitu jelas terdengar dari rumahku karena jarak rumahku dengan mesjid cuma beberapa meter saja.
Pukul 06.00 WIB, aku baru selesai mandi, dan seolah gak mau kalah sama si bungsu, aku juga pake "baju bedug"  biar berasa idul fitrinya,,hihi padahal gak gitu juga kali yah...
pose iednya aku nih...hihi
Sambil nunggu orang rumah pulang dari mesjid, aku beres beres soalnya tadi mama gak sempet, katanya takut gak kebagian tempat jadi harus cepet cepet ke mesjid. Ketika semua sudah beres, aku duduk manis di ruang tamu sambil nunggu yang lain pulang dan gak lama kemudian riuh riuh suara warga yang pulang dari maesjid terdengar.
Nah, disini nih puncaknya lebaran, soalnya sediiiiiiihhhh banget, sedih inget banyak dosa ke mama dan apa. Ku peluk mama erat erat, dengan deraian air mata, air mata penyesalan atas dosa yang ku perbuat.
"Mah, hapunten teteh mah, hapunten teteh...hiks hiks..."
"Muhun neng geulis, teu kedah di suhunkeun ge mamah tos ngahapunten, hapunten mamah oge. putri mamah kedah janten jalmi nu sholeh nya bageur, mamah percanten ka teteh..."
Setelah puas memeluk mama, dengan cekat ku meraih tangan Apaku dan memeluknya erat.
Pah, hapunten teteh...hiks hiks”
Seraya mengecup keningku dengan lembut, Apa menjawab permohonan maafku, “Sami sami geulis, hapunten papa...”
Tidak hanya pada Mama dan Apa saja aku minta maaf, aku juga meminta maaf pada ketiga adik tersayangku. Ku peluk mereka satu satu, dan kuciumi keningnya seraya meminta maaf.

Subhanalloh yah, sungguh luar biasa, haru biru idul fitri terasa begitu menggetarkan hati, terlebih aku sekarang bukan lagi anak kecil yang manja yang biasanya cuma berharap dapet angpaw yang banyak saat lebaran tiba. Usai maaf maafan di rumah, kami sekeluarga berkeliling mengunjungi rumah rumah tetangga. Semua orang hari itu terlihat sangat bahagia dan haru.
Tradisi keluargaku setelah beres keliling, kami sekeluarga pergi mudik, namun sayang lebaran kali ini kami urungkan niat untuk mudik saat hari H-nya karena Apaku harus jaga, maklumlah Apaku itu aparat negara yang harus siap siaga menjalani tugas, walau hari raya sekalipun. Akhirnya, kami diam di rumah dan menunggu esok hari untuk mudik ke Sumedang, Indramayu, Garut dan Bandung.
Beruntunglah, hari itu seorang teman dekatku akan berkunjung ke rumah, jadi ya aku gak kecewa banget walau mudik ditunda.hihi
Hmm, begitu ceritaku, ceritamu? :D

Mari, Fastabikul khairat

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam...
Pagi ini, aku masih dibangunkan dalam tidurku,
Aku takut, takut suatu hari aku tak lagi terbangun dari tidurku,
Aku belum mempunyai bekal yang cukup untuk kehidupanku selanjutnya,

Ku lihat semua tulisan tulisan di dinding kamarku, 
Aku masih memiliki impian panjang untuk mencapai cita-citaku,
Tak ada yang pantas aku pikirkan, selain selalu meminta padaNYA, memohon padaNYA,
agar aku selalu dibayang bayangi kematian,
yang mungkin itu akan membuatku selalu melakukan yang terbaik,
melakukan kebaikan, insya Alloh...

Bangun cantik,,,
Lihatlah dunia, buka matamu, kepakkan sayapmu,,,
dan Kejar mimpimu,
untuk kamu persembahkan pada kedua orang tuamu,
orang yang selalu menyayangimu tiada henti,,,

salam hormat dan kecup sayang dari jauh, untuk Mama dan Apaku... :*

Pudarnya Pesona Seorang Akhwat 1

Oleh
Aisyah Az Zahra

Ketika hari menjelang sore, saat anak-anak lain sedang asik bermain, aku melihat tingkah yang berbeda pada sosok gadis kecil yang biasa kusapa “Eneng”.
Eneng itu seorang gadis kecil anak pertama dari empat bersaudara. Eneng berasal dari keluarga sederhana namun kaya ilmu agama. Aku melihat eneng berbeda dengan anak-anak seumurannya, bayangkan saja saat itu kerudung masih sangat jarang dikenakan bagi anak sekecil eneng, bahkan aku seorang pelajar SMP pun belum mengenakan kerudung tapi eneng seorang gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas empat SD sudah mengenakan kerudung yang menutupi tubuh mungilnya.
Aku mengenal eneng dan keluarganya, karena rumah kita sebelahan, aku sangat mengenal keluarga eneng karena Ibunya eneng menganggap kakakku sebagai adiknya karena saat itu, saat pertama kali kakakku pindah ke perumahan tempat kami tinggal sekarang, hanya keluarga enenglah yang dekat dengan kakakku. Aku senang sekali lihat eneng kecil, eneng gadis kecil yang ngegemesin, karena kebetulan kakakku gurunya eneng di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an) eneng termasuk anak yang pintar, karena setiap tahun eneng selalu menjadi juara satu, bahkan dalam urusan hapalanpun eneng lebih pintar dari anak-anak lainnya. Setiap sore, sepulang sekolah TPA aku selalu melihat eneng menyapu halaman rumahnya, mungkin itu tugas yang Ibu eneng berikan padanya setiap hari, walaupun di rumah eneng ada pembantu rumah tangga namun eneng tidak diajarkan untuk manja. Sehabis magrib, aku selalu melihat eneng dan adiknya yang kedua pergi ngaji ke blok sebelah. Aku sungguh kagum pada eneng, eneng gadis kecil yang unik berbeda dengan anak seusianya yang manja.
Sayang, saat itu aku sudah kelas 3 SMP jadi aku harus pindah rumah dan gak tinggal di rumah kakakku lagi, aku ikut Ibuku pindah ke Aceh, mulai saat itu aku jadi tidak bisa melihat eneng dan kesehariannya lagi bahkan aku gak bisa main lagi sama eneng.

Beberapa tahun kemudian, saat aku kembali ke rumah kakakku dan tinggal disana untuk mengamalkan ilmuku ikut mengajar di TPA kakakku, aku melihat suasana rumah kakakku dan rumah eneng gak ada yang berubah hanya saja ada sedikit renofasi tapi aku tetap mengenal kedua rumah itu, bahkan halaman rumah eneng yang biasa ku lihat saat eneng menyapu pun masih seperti dulu.
Dan hari itu, aku sungguh sangat terkesima saat melihat seorang gadis berbusana muslim rapih tanpa terlihat sedikitpun auratnya, datang menghampiriku dan menyapaku
“Assalamu'alaikum Teh Salma...”
“Wa'alaikumsalam, ini eneng? Wah eneng sudah gede yah? Pangling teteh...hehe”
Begitulah eneng menyapaku, dan kami hanyut dalam obrolan lainnya, maklum sudah lama tak jumpa.
Subhanalloh, aku benar-benar kagum sama eneng, sekarang dia sudah dewasa bukan lagi gadis kecil yang kulihat dulu tapi dia tetap eneng kecil yang baik, pintar dan sholehah.
Hari-hariku dan eneng makin akrab, eneng tak sungkan untuk curhat padaku baik itu tentang organisasi di sekolahnya, tentang teman-temannya bahkan tentang guru-gurunya, aku sebenarnya merasa malu dan gak pantas untuk eneng mintai pendapat karena walaupun usiaku beberapa tahun lebih tua dari eneng tapi aku yakin akhlakku tak sebaik eneng. Eneng cerita padaku tentang semuanya, sampai pada cerita tentang sosok “ikhwan” sebutan eneng pada laki-laki, ternyata eneng tengah bingung karena belum lama ini ada teman SMPnya yang mengatakan siap untuk mengkhitbah eneng, padahal eneng belum siap, namun eneng tak ingin menyakiti temannya itu, menurut cerita eneng ikhwan itu termasuk seorang laki-laki yang baik, sholeh dan sangat menghargai perempuan, ikhwan itu saat ini tengah mencari ilmu di sebuah Pondok Pesantren terkenal di Pulau Jawa, Pondok Modern Gontor.
Ini bukan kali pertamanya eneng mendapat tawaran khitbah, ini kedua kalinya karena sebelumnya ada seorang mahasiswa UNPAD jurusan Ilmu Komunikasi, namun untuk yang itu eneng serahkan urusannya pada kedua orang tuanya, karena eneng benar-benar belum siap kepada siapapun namun, menurutnya yang ini berbeda. Tapi dengan tegas eneng, mengatakan
“Afwan akh, untuk saat ini ana belum siap akh, masih banyak yang harus ana uruskan dibanding ini, ana masih punya cita-cita yang ingin ana raih, ana mohon antum mengerti tanpa sedikitpun ana ingin menyakiti antum, percayalah jikalau Alloh menakdirkan kita untuk bersatu suatu hari Alloh pasti mempertemukan kita, afwan jidan akh....”.
Subhanalloh, kekagumanku pada sosok eneng semakin bertambah.

Especially for All of You :)

Bismillah...
Hei kawan blogger apa kabarnya nih? sudah lama sekali gak bloggwalking, maklum selama liburan aku gak bisa online karena rumahku itu nyingcet dan jauh dari perbadaban bahkan untuk menuju rumahku pun harus naik turun gunung lewati lembah, haha lebay... ya yah, alhasil modemku gak bisa konek karena gak ada signal satu pun untuk provider yang aku gunakan.ckckck kasian yah...
Hmm, sebenernya ini bukan postingan pertama setelah aku off sih, tapi gapapalah gada kata terlambat untuk menyapa rekan-rekan blogger...hehe
Pertama tama, aku ingin ucapin makasih buat teman-teman yang masih bersedia berkunjung ke blog usang yang hampir dua bulan tak berpenghuni ini, dan terima kasih untuk jejak-jejak yang kalian torehkan kawan...
Kedua, mumpung ini masih syawal dan aku belum sempet ucapin :


Mohon maaf lahir dan bathin ya teman-teman, ied mubarok... :)
Mohon maaf, apabila postingan-postinganku selama ini gak bermanfaat karena banyak curhatnya, mohon dimaafkan dan dimaklumi yah, karena aku masih belajar..hehe

Muhasabah yuu... :'(

Lisan beriring dengan perbuatan
Betapa banyak dosa dan khilaf yang ku lakukan
Tersadar, tercengung, tersadar kembali
Teringat, lupa, teringat kembali
Begitulah seterusnya

Ya Rabb,,,
Betapa malu diri ini bersimpuh di hadapanMU
Masihkah aku pantas menjadi hambaMU?
Hatiku telah lama kehilangan cahayaMU,
hingga membuatku lupa akan yang Menciptakanku,
membuatku lupa Sang Pemberi Nikmat,
Aku begitu mudah dan rapuh
hingga membuatku terlena akan nikmat dunia,

Ya Rabb,,,
tunjukanku untuk kembali mencari cahayaMU
hingga aku selalu istiqomah dalam akhlakul karimah dimanapun
hingga aku selalu istiqomah dalam menjaga hati
hingga aku selalu istiqomah dalam kebenaran

Teguhkanku dalam setiap komitmen
teguhkanku dalam sinergi hati, lisan dan perbuatan
Teguhkanku dalam setiap amal kebajikan
Teguhkanku dalam menjauhi kemaksiatan...

Cimahi, 12 Sep 2011
00.19 WIB