Buscar

aiyrapptika world :)

Apa Kabar Palestinaku? Apa Kabar Gazaku?

Apa kabar Palestina, apa kabar Gaza?

Pagi ini, ku jalani pagiku dengan semangat yang luar biasa. Tenang, tentram, nyaman, senang rasanya. Sepiring nasi dan ayam goreng dengan segelas susu yang menjadi sarapanku pagi ini. Di iringi alunan senandung pembangkit ghirah semangat, ya ya diiringi senandungnya Shoutul Harokah. Indah sekali hidup ini Ya Rabb... Tak henti hatiku bersenandung Maha Suci Engkau Rabbku... :)
Tiba tiba saja, alam nalarku terbang jauh kesana, ke negeri islam yang mungkin sedang terluka.
Apakah mereka merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan pagi ini? Apakah saudaraku disana masih bisa sarapan dengan tenang? Apakah mereka masih bisa terbangun dari tidurnya dengan senyuman? Apakah mereka pagi ini siap untuk pergi ke kampus atau sekolah untuk mencari ilmu?
Apa kabar saudaraku? Apa kabar Palestinaku? Apa kabar Gazaku?
Masihkah Zionis terkutuk menganggu hidupmu? masihkah mereka melakukan aksi tragisnya?
Miris, sungguh miris ketika ku hanya bisa menyaksikan berbagai macam penderitaan, pembantaian yang dilakukan oleh yahudi terhadapmu. Namun apa daya, aku tak bisa melakukan apapun...
Pernah suatu hari aku berkhayal, aku ingin menjadi Mujahiddah yang terjun kesana ikut membela kalian, aku ingin syahid di jalanNYA. Aku ingin membuang rasa takut dan getar, aku ingin menjadi mujahiddah yang setia membelamu, yang hidup mulia hingga ajalku menjelang. Betapa hebatnya aku, betapa perkasanya aku, ketika aku bisa memegang senjata dan ikut terjun memerangi kaum Laknatulloh itu, subhanalloh... tapi khayalanku tetap khayalan belaka, semua itu hanya sesuatu yang tak mungkin, tak mungkin!
Ntah sudah berapa nyawa yang meregang dalam aksi pembantaian zionis, mungkin 1000 mungkin 2000 atau mungkin lebih banyak lagi. Sudah berapa ribu saudaraku yang terdzolomi kekejaman yahudi bangsa syaitoni? Ketika aku menyaksikan video video aksi terlaknat itu, ketika aku melihat anak anak kecil yang menangis ketakutan mendengar deru bom atom, ketika mereka kehilangan rumah rumahnya, ketika mereka melihat orang tuanya meregang nyawa di depan mata mereka, ketika teriakan takbir bersama deru bom, ketika ketika ketika... Ntah sudah berapa banyak aksi aksi tragis itu, terus berlangsung.
Dimanakah sifat kemanusianmu wahai zionis laknatulloh? Dimanakah letak moralitas kalian? kalian tak ubahnya seperti binatang buas yang dengan mudah tanpa rasa belas kasihan sedikitpun memangsa incarannya.

Malam tadi, aku terima sms dari teman seperjuanganku, beliau memintaku untuk memberikan vote untuk kebebasan Palestina tercinta. Dengan cekat jari-jariku mengetik alamat webb yang diberikan olehnya, ntah sudah berapa kali aku memberikan vote itu. Tapi, itu tetap saja tak mengurangi penderitaan Palestinaku. Aksi apalagi yang harus kita lakukan? Cucuran peluh sudah banyak keluar dari tubuhku ini, hanya untuk meneriakan takbir ketika mengikuti aksi untuk membantu meringankan bebanmu duhai saudaraku...
Menangis jiwa ini, melihat engkau terluka, melihat engkau tersiksa, sungguh...
Untukmu jiwa jiwa kami, wahai Al-Aqsa tercinta...
Aku ingin berjuang, demi kebangkitan islam...
Bangkitlah Mujahidd,,,hentakan rasa takut dan getar walau raga telah meregang nyawa karena Alloh telah janjikan surga untukmu mujahid setia...
Kobarkan api peperangan suci, yakinlah kemenangan janjikan di dadamu, bangkitlah wahai pemuda, jangan lalai oleh buai dunia, disana ada negeri islam terluka... :)

Untukmu saudaraku, bersabarlah yaa ashabi...
Yakinlah pertolongan Alloh itu nyata,,,untaian do'a akan terus mengalir dari kita disini wahai saudaraku...
Kalian tidak sendiri, seluruh umat muslim di penjuru dunia akan bersatu dalam naungan mahabbahNYA untuk membela, untuk meneriakan takbir atas kemenanganmu... ALLOHU AKBAR!!!

Ngebolang bersama Akhwat akhwat perkasa...

Hmm, akhirnya aku posting juga karena aku tak tahan untuk tidak memposting cerita ini. Hei Teh Santi bener tuh kata teteh "Lihat deh, nanti cerita ini bakal ada di blognya...haha" bener bener, anda emang peramal hebat Teh!!! sampe sampe dibacain Al-Fatihah aja setan ketawa...haha apa siiiihhhh....biarin dong, inikan tempatku bebas dong aku mau lakuin apapun sesuka hatiku toh gada larangannya ko, ya ngga?haha
Cerita ini, gak mungkin gak aku tulis karena ini pengalaman pertamaku menyusuri tempat yang "Smell not good" haha maksakeun sekali itu bahasanya, kan kata mereka juga it's english time,,,jadi mau ngacapruk juga ya gak masalah, bener gak hei para akhwat akhwat unik nan aneh (Teh Santi, Teh Dewi, Teh Ipiet dan Dek Nunik)? haha peace yah....
Kemaren, kira kira jam 4an, aku bergegas meluncur menuju Rumah Belajar Sahaja Cimahi untuk menghadiri pengajian mingguan di rubel, tahu gak? padahal sore itu lagi ujan, tapi aku gak bisa nolak keinginan hatiku buat menyambangi mereka adik adikku yang dekil nan kumal karena hari sebelumnya aku gak dateng yaa alesannya sepele cuma ujan gede, haih haih aku seperti kecanduan rubel..haha alaaayyyyy...
Lanjut kawan, setibanya aku di rubel iih wow ternyata tak terlihat seekor relawanpun disana. Ntahlah mereka kemana, mungkin ada agenda lain yang tak bisa di tinggalkan. Ku hampiri Miko yang sedang maen air di teras, "Ko, kaka2 yang lain kemana?kok gada siapa2 sih.."
"Ga tau ka, da ga ada yang dateng" sambil tetap maen air.
"Lah, emang ga ngaji kalian?"
"Ga tau ka, pa ustadnya juga gada." dingin banget dia jawabnya, haih kamu iniiiiii....
Nah loh, terus aku ngapain kesini? disini gada sapa sapa dan parahnya gada pengajian, haduuuuuhhhh cape deeeehhhhh.... :(
"Teh dimana? aku ke rubel ko gada sapa2? emang gada pengajian?" message yang hendak ku kirim pada Teh Ipiet sang kepala plus sesepuh. Tak lama ku menunggu Teh Ipiet pun bales "Pengajjian dipindah ke jumat. Bentar lagi Dewi sama Santi ke rubel. Kamu mau ikut ke ciroyom?"
Wew, ke ciroyom? ngapain? (dalam benakku). Tak sempat ku balas message itu, eeh Teh Dewi dan Teh Santi dateng saat aku sedang riweuh sama si Bayu yang aku suruh buat isi pulsa, karena pulsaku saat itu bener bener empty.
"Teh, mau ke ciroyom?katanya ada rapat" ntah itu pertanyaan buat siapa diantara keduanya, yang jelas aku nanya ke dua duanya perihal siapa yang jawab terserah, yang penting harus ada jawaban. "Gak tahu, aku mah fifty2 euy.."jawab Teh Dewi. "Sarua aku oge wi..kamu gimana noer?" Teh Santi malah nanya sama aku.
"yeey, aku mah gimana kalian, kalo kalian mau ya aku mah hayu." haha ya iyalah aku mah gimana mereka orang aku gak tahu jalan....
Pikir pikir dan terus pikir jadi ga ke ciroyom (padahalnya mah sibuk masing masing, Teh Dewi tetelponan, Teh Santi momodelan pake higlheels gals...haha gue riweuh pulsa gak masuk masuk) Dan ternyata, Teh Ipiet dateng, tapi kita belum punya jawaban, tapi gak tahu kenapa pokona mah jadi weh berangkat ke ciroyom. Aseeeekkkk aku mau ke ciroyom, kan belum pernah tuh...haha
Sambil nunggu Dek Nunik, kita jalan menuju Pure, nah selama nunggu aje gileeee mereka ternyata gokil banget, nah ini akhwat bukan sembarang akhwat, karena mereka akhwat unik nah aneeeehhhh..haha
Pertama, kita ngetawain si emang ojeg yang udah jadi musuh bebuyutan kita disitu, biasalah mereka gak suka sama anak anak, dan karna kita ga terima ya alhasil sering ada pertikaian kecil gtu deeeehhhh, maklum namanya juga lagi Fastabikul khairat, pasti banyak rintangan yang menghadang toh... Cerita si mang ojeg lewat, nah ini cerita yang malu maluin nih...
"Tis....tis..."teriak Teh Dewi sambil lambai lambai tangannya, wah ternyata dengan spontan Teh Ipiet ngikutin dan parahnya itu di jalan looohhh... Aku dan Teh Santi yang lihat ulah mereka ketawa ngakak, iyalah orang yang di panggil itu gak jelas siapa, itu sih akal akalan Teh Dewi aja mau jailin teh ipiet. Karena malu, Kita semua ketawa semua eeeh tapi taunya si orang yang di panggil itu ternyata bener loh, orang yang Teh Dewi maksud, haha ya aku kan gak tahu yah.
Kekonyolan ini tidak berakhir begitu saja kawan, selama nunggu Dek Nunik di pure, kita ketemu anak jalanan yang rada rada autis gtu...
"Heh kamu, siapa kamu teh?" kata Teh Ipiet ke anak itu.
"Aku teh?" jawab si anak itu.
"Iya, siapa namanya? Laras kan?"
"Iya Laras teh."
"Loh, kerudungnya mana? ko dibuka sih?"
"hareudang teh..haha"jawabnya sambil ketawa
"Ah, maneh mah dasar. Sok nyanyi geura..."
ih wow, ternyata dia nyanyi loh nyanyinya itu lucu banget... "hayang kawin win win...hayang kawin...anu pake baju beureum,,,cantik molek..." haha kita ketawa semua ngeliat ke arah Teh Ipiet, dengan gaya yang GR gtu, si Teh Ipiet kesenengan dibilang cantik. Kita malah ngeledekin...haha
Eh sayang, anak itu harus pulang pas ada angkot. "Dadah teteh..." sambil melambaikan tangannya.
Tak lama kemudian, Dek Nunik dateng. Dan karena waktu udah sore, jadi kita putusin naik kereta. Aseeeeekkkk ini kali pertamanya aku mau naik KRD..haha
Setelah melewati kios kios kecil menuju stasiun akhirnya kita sampai di stasiun dan mata kita langsung tertuju pada anak kecil yang tadi, si Laras...dan anehnya, dia saat itu jadi tontonan banyak orang yang ada di stasiun karena dia lagi pegang uang, gila dong uangnya cepean semua, banyak lagi, kalau gak salah sekitar 2jutaan deh, gaya tuh anak. Kita kaget dong, darimana dia punya uang sebanyak itu. "Nyuri????"
"heh kamu, itu uang siapa?"tanya kita serempak.
"Uang abi atuh teh, meunag ngamen..."
"Hah, ngamen sebanyak itu?"tanyaku heran.
"ieu teh uang meunang ngamen pas lebaran ku abi disimpen terus dituker ka bank"
Haduh, dasar yah anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) itu jawabannya ngocol ngocol. Aah udahlah, lupakan masalah uang, kita tahu uang itu pasti uang orang tuanya karena katanya dia itu anak orang kaya, dia itu dulunya model loh... Dia lihatin foto fotonya waktu jadi model dan ternyata dulu dia itu cantik...beda banget sama sekarang.
Lanjut cerita, akhirnya dia nyanyi lagi, seperti tadi, dia nyanyiin lagu yang tadi. Nah ini nih, season yang bikin aku seneng, haha bukan seneng tapi ngerasa lucky...
"Anu pake baju beureum, menuni geulis..." wah itu mengarah ke teh ipeit lagi, wew ah...
"Anu pake baju koneng meuni geulis..."haha itu aku...
"Anu pake baju koneng, sendalna goreng patut..."haha udah di puji dibilang sendalnya goreng patut, dasaaaarrrr...
"Sok atuh ganti, tong baju beureum jeung koneng wae..."
"Anu pake baju coklat...mukana siga anu stressss..."
haha langsung semua mata tertuju pada Teh Dewi, asli kita gak berhenti ngakak...
"Anu pake baju koneng jeung beureum siga dokter...tapi nu baju beureum mah begang..." haha ini kesekian kalinya aku dipanggil dokter, ntah kenapa yah, udah sering orang yang ngira aku anak kedokteran padahal aku tuh gada tampang dokter2nya sediktpun... Hmm, sepertinya semua orang tahu, kalau cita citaku dari dulu ingin jadi dokter, tapi Alloh berkehendak lain dan mengharuskan aku untuk berkiprah (halah alay) ke dunia politik padahal belum jadi elite politik...
tak lama, KRD yang kita tunggu pun dateng. "Dadah Laras...kita pergi...."
Well, cerita konyol pun masih terus berlanjut bahkan ketika di dalem kereta. Mulai dari cerita lempar lempar upil, sampe ngobrol pake english yang rada maksakeun dan nyeritain cerita konyol anak anak di rubel. Perjalanan menuju Ciroyom terasa begitu singkat, karena sepanjang jalan kita ketawa ketiwi kaya orang stress...
Setibanya di coroyom, subhanalloh it's really really smell not good...haha taulah gimana di ciroyom segala ada, dan baunya luarrrrrrrrr biasaaaaaaaa....
Di ciroyom, rapat rapat merapat membahas permasalah seputar rubel, ntahlah aku kurang mengerti permasalahan apa yang lagi dibahas itu karena sebelumnya aku memang tak tahu menahu tentang itu. Yang lagi aku bayangin saat itu pulang naik KRD, sensasi naik KRD membayang bayangi alam nalarku, maklum soalnya aku kan baru pertama kali...haha
Dari atap menuju stasiun aku sangat semangat, sambil lari lari karena takut ketinggalan kereta eeh ternyata kita sampe sana KRD belum dateng, sambil nunggu KRD kita makan gorengan. Keren, kita memang akhwat perkasa, mana ada akhwat jam 9 malem masih keluyuran di stasiun.
Tapi, bener aku tak bisa berhenti bersenandung dalam hatiku, Maha Suci Engkau Ya Rabb... Sepanjang perjalanan di sekeliling alam terpukau aku membaca pesan atas kebesaranMU Ya Rabb...
Hari hariku begitu menyenangkan, dendang hatiku selalu Segala Puji BagiMu Rabbku...sungguh tiada terkira nikmat yang Engkau berikan padaku, nikmat yang sungguh luar biasa tiada label harga untuk setiap nikmat yang Engkau anugerahkan... Rabb, Rabb, Aku sangat MencintaiMU...
QUOTE OF TODAY:
"Dan Nikmat Tuhanmu manakah, yang Engkau dustakan?" :)

Ketika Jatah Hidup Semakin Berkurang :'(

Di sepertiga tadi malem, aku terbangun gara gara denger suara henpon terus berdering, ntahlah dari siapa itu, hampir semua nomor tak di kenal menelponku... Ketika ku lihat, ooowwww ternyata ada 9 new message, ku buka satu persatu dan JRENG JRENG, semua isinya ucapan "MET MILAD" bahkan ada yang sms gini "Met Milad ukhty cantik, semoga Alloh selalu memberkahi hari hari anti ya ukh,,dan semoga Allo mendekatkan hati ana dan anti" #aku ga tahu itu sms dari siapa... Aku shock dong, emang iya ini hari lahirku? #garuk garuk kepala gak gatel,,,hoho lihat kalender, ih wow ternyata bener, hari ini tanggal 17 OKTOBER!!! haha 
Aku selalu lupa tiap jatah usiaku berkurang, mungkin karena udah jadi kebiasaan yah, keluargaku di rumah tidak mengenal tradisi ulang tahun, aku sama sekali belum pernah dibikinin mama kue ulang tahun, kata mama itu bukan tradisi orang muslim! Eh, tapi pernah ding, ulang tahunku dirayain, aku inget sekali, dulu jaman aku TK ketika usiaku menginjak 5 tahun, mama rayain ulang tahunku di sekolah. Hari itu Papa bener bener marah sama mama, tapi mama berusaha membela diri, kata mama itu udah jadi tradisi di TK-ku jadi kalau ada siswa yang ulang tahun harus dirayain di sekolah kalau gak gurunya baeud, nilai dikurangin dan orang tua siswa yang lain ngomongin deh, beuh ada ada saja yah? Perayaan ulang tahunku saat itu sengaja mama sembunyiin, mama ga ngasih tahu papa soalnya kalau ngasih tahu papa pasti gakan setuju, dengan modal uang tabungan mama, mama nekat ngerayain ultahku. Aku benar benar senang sekali saat itu, karena udah berkali kali aku ngerengek sama papa untuk merayakan ulang tahun, tapi papa dengan tegas menolak "TEU AYA ULANG TAHUN! Nu sok ulang tahun mah sanes islam" begitulah kilah papaku. Sontak dong, aku yang masih cengeng #tapi imut imut, haha nangis, ngadu ke mama, mama nenangin aku dan bilang "Ntos geulis, kin urang rayakeun nya, tapi neng tong wawartos ka papa nya sayang?" asiiiiiikkkkk senang bener bener senang, saat itu mamaku bener bener kaya bidadari yang ada di pilem Lala yang selalu ngabulin permintaan si Lala..haha mamaku bidadariku...
Semakin aku beranjak dewasa semakin aku mengerti kenapa Papa melarangku, ya yah aku mengerti. Mulai SD aku gak pernah menghadiri pesta ulang tahun teman temanku, kecuali kalau temanku merayakan di sekolah ya aku terpaksa ikut karena ga mungkin dong aku bolos cuma gara gara ada temen yang merayakan ulang tahun di sekolah, dan aku pikir papa ga tahu, jadi gakan marah. Haha nakal yah aku...
Apa yang papa terapkan padaku ternyata bener bener mendarah daging hingga ku SMA, bahkan ketika di SMA aku pernah di musuhin temen temen cuma gara gara aku ga pernah hadir ke pesta ulang tahun temen temenku, kebetulan saat itu di kelasku mengenal tradisi makan makan, jadi bagi siapa yang ulang tahun, wajib hukumnya mengundang makan temen temen sekelas ke rumahnya, nah saat itu aku belum pernah sekalipun menghadiri, awalnya aku menolak dengan alasan "maaf, aku ada les" atau "maaf aku ada urusan" pokonya berbagai alasan aku ungkapin, awalnya teman temanpun ga masalah dengan alasanku itu, tapi lama kelamaan mereka curiga, karena tiap ada undangan acara makan makan aku selalu mengeluarkan alasan, sampe akhirnya diadakan rapat kelas. Rapat kelas itu membahas, masalah kelas yang katanya kita ga kompak, wah aku ga sangka ternyata kebiasaanku tidak menghadiri acara kelas itu jadi salah satu topik ketidak kompakan di kelas. Aku nangis, bener bener sedih teman teman kelasku bilang aku ini gak kompak, aku ini gak mau partisifasi sama acara kelas, padahal Wallohi bukan itu alasanku kawan,,,aku takut, bukan masalah aku gak ingin kompak sama kalian tapi itu masalah aqidah, aqidahku tak bisa di ganggu gugat, memang itulah yang harus aku tegakan. Maaf, hanya itu yang bisa ku ucapkan pada mereka. Dan beruntunglah sahabatku mengutarakan alasanku pada teman teman di kelas, dan alhamdulillah mereka akhirnya memahamiku. :)
Hari ini, jatah usiaku untuk hidup di dunia berkurang lagi. Tadi di kampus, aku di kerjain, sebenernya hari ini ga ada jadwal ngampus, tapi hari ini ada jadwal rapat himpunan. Jadi ya terpaksa aku harus ke kampus, begitu sampe di kampus, best friend aku Si De'Jannah dan Si Teteh Onyon ngerjain aku abis abisan, aku dianiyaya sama mereka, mulai dari mukulin aku, nimpukin aku, lemparin aku pake batu, nyubitin aku, nendangin aku, nyiramin aku, ludahin aku, sampeeee tabokin aku pake sapu.haha ga deng lebay, mereka cuma acak acak kerudung aku sampe ga karuan, sampe bener bener ga kobe banget, haaasssss kalian ini selaluuuuuu bikin ulah...
Tadi rapat himpunan, dengan tema membahas program kerja, dan persiapan buat Stadium General, setelah rapat selesai, biasa kan ada cuap cuap dulu dari kahim dan yang lain untuk sekedar ngasih info dan lain lain. Sampe pada info yang di sampaikan oleh sang wakil ketua himpunan, beliau memberitahukan pada kami tentang musibah yang sedang menimpa senior kita karena katanya senior kita itu sedang sakit, padahal kita semua udah tahu info itu karena tiap rapat di umumin, bahkan tadi sebelum rapat di mulai ketua himpunan udah memberitahukan dan meminta kita untuk medoakan agar beliau lekas sembuh. Aku sih acuh yah, sedikit gak dengerin soalnya aku udah pingin cepet cepet pulang tapiiiii tiba tiba sang wakil kahim yang sedang berbicara di depan memanggil namaku untuk memimpin do'a "Silahkan kepada Ketua Divisi kerohanian memimpin do'a untuk kesembuhan kang otoy" Whaaaattttt aku yang lagi ketawa ketawa karena dijailin mereka, langsung mingkem dengan wajah beloon, "hah aku???ko aku siiiihhhh????" lirik kanan kiri kedua best friendku tertawa puas, udah kebiasaan kita kalau dibikin malu kita pasti diketawain, dan hari ini jatah aku. Aku ragu untuk ke depan, males rasanya, tapi seniorku di depan marah marah "Ayo dong cepet, jangan lelet, jangan manja!" Nah loh, ada apa ini? kenapa tiba tiba pada marah sama aku? apa salah aku? makin males ke depan, aduuuuhhhh itu lihat muka sangar mereka yang secara tiba tiba bikin aku dag dig dug gak karuan, aku semakin bingung tadi semuanya baik baik saja, dan rasanya aku gak membuat kesalahan yang patal rapat kali ini, tadi aku cuma ketawa ketiwi biasa dan itupun gak hanya aku. Akhirnya mau gak mau, aku harus ke depan, profesional dong, masa kadiv rohani disuruh mimpin do'a aja gak mau.
Pembacaan do'a selesai, dan belum juga aku kembali ke tempat mereka sudah sorakin aku "Selamat ulang tahun,,,,bla bla bla" kaget dong, ternyata ini cuma skenario. Haduh, gimana yah? aku kik kuk dibikinnya, ckckck
Tadi mama sms, katanya ada Pak pos yang ke rumah anterin kado, dan disitu tertulis ucapan Happy Birthday, wish u all d'best. Aku bingung, ntahlah itu kado misterius dari siapa.

Apapun, yang mereka lakukan, bagiku tetaplah jalani hidup dengan keyakinan dan kepercayaan masing masing untuk masalah aqidah tak bisa tawar menawar, karena aqidahlah pondasi hidup kita. Jazakumulloh khairan katsiran untuk semua teman temanku yang mendo'akanku hari ini, walaupun sebetulnya aku mengharapkan doa itu tak hanya hari ini saja, karena seharusnya kita berdoa itu setiap waktu, namun kebetulan kebanyakan dari mereka mendo'akan aku di hari lahirku, ya hari ini. Tak apalah... :)

Ya Rabb...semoga di jatah usiaku yang semakin berkurang aku tetap berada di jalanMU, berada di bawah naungan MahabbahMU...
Semoga di usiaku yang semakin dewasa (semoga) ini, aku bisa lebih memaknai hidup untuk terus berjuang di jalanMU, tetap menjalankan syariatMU...Semoga selalu tersimpan namaMU di palung hatiku yang terdalam dalam setiap hari hariku menjalani aktifitas...
Pintaku Ya Rabb, jadikan aku akhwat yang tangguh, jadikan aku akhwat yang teguh menjaga aqidah dan kehormatanku, benteng Rabbani menjadi perisai yang selalu ku bawa..aamiin

Teruslah Menulis :)

Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb,,, malam ini aku masih diberi kesempatan untuk kembali menggerakan jari jariku di atas tubuh mungil si nobi. Setelah penat seharian beraktifitas di kampus hijau tercinta dan kini, malam ini, ku putuskan untuk mencari referensi untuk tugasku. Ketika ku mulai konekan inetku. Yang pertama ku lakukan adalah membuka emailku, karena aku lagi menunggu saran dari salah satu dosen favoriteku untuk tulisan yang semalem ku kirim via email kepada beliau.
Awalnya aku tak punya banyak keberanian untuk mengirimkan tulisanku yang bagiku tulisan tulisanku itu tulisan amatiran dan tak pantas untuk dibaca orang orang selevel beliau. Tapi, keberanianku mulai termotivasi ketika beberapa hari sebelumnya aku sempat berdikusi dengan beliau. Beliau dosen yang profesional, dosen yang benar benar memiliki kadar keilmuan yang luar biasa, aku suka cara beliau memaparkan materi yang sama sekali gak membosankan karena dalam setiap wejangannya beliau selalu memberikan pengetahuan pengetahuan baru untuk kami. Usai jam kuliah selesai aku berdikusi dengan beliau, mengenai Kepemimpinan Pemerintahan. Diskusi yang asik menurutku, karena dari situlah aku termotivasi untuk terus menulis dan menulis. Sampai akhirnya beliau memintaku untuk mengirimkan tulisanku melalui email setiap hari. Oh, tantangan yang luaaarrrr biaza membuatku termotivasi untuk menjadi seorang sastrawan yang peduli akan persoalan persoalan sosial dan menjalaninya dengan serius, seperti kata beliau "Kita itu harus focus!".
Aku meminta saran beliau, untuk tulisan pertamaku yang baru semalam ku kirim kepada beliau, dan beliau menanggapinya, alhamdulillah terima kasih ya Rabb, sangat menyenangkan karena tulisanku dikomentari oleh salah satu dosen favoriteku, seorang dosen yang luaaaarrrr biazaaaa, u're great teacher sir!

Komentar Sang Dosen:
wow, verry good.  i have a student that ambitious for your future. i am happy. please start step by step for your capability. insya Allah. apapun yang kita inginkan kalau energi yang diberikan cukup untuk mendapat itu, pasti tercapai.
Noer, tulisanmu sangat menarik, bahasanya mengalir dan mampu menggugah. Tulisan seperti itu memiliki potensi dimuat dimedia massa,
intuisi menulis sudah bagus. gimana cerita kamu bisa menyusun bahasa seperti itu? apakah memang kamu sudah membiasakan menulis sejak kecil, sd atau smp, atau sma. Beberapa saran yang harus diperbaiki.
Pertama, dalam menulis artikel yang memungkinkan nur menjadi pemikir serius adalah apakah nur mau jadi pemikir serius atau lebih senang sebagai sastrawan yang peduli persoalan-persoalan sosial. Ini merupakan pilihan yang harus diambil, sesuai dengan hati nurani yang dimiliki. Kalau nur nyastra, maka sebenarnya yang paling dominan adalah mempermainkan rasa bahasa (taste bahasa), mengatur logika sosial dan bahasa. Tetapi kalau menjadi pemikir sosial yang  handal, maka membutuhkan kemampuan memetakan data, fakta dan analisis, teori dan dekontruksi teori bagi kepentingan Indonesia.
Kedua, kalau itu sudah dipilih, maka disarankan membuat tulisan yang kuat faktanya, analisis dan teorinya. Misalkan krisis kepemimpinan (kira-kira apa data yang mendukung kita mengalami krisis kepemimpinan, contoh jumlah kepala daerah yang terlibat dalam korupsi, elit DPR yang seringkali melakukan kunjungan keluar negeri, fasilitas elit-elit yang semakin mewah, dan bahasa politik yang dimunculkan yg mencerminkan tidak adanya lagi "politik kharismatik" yang dijalankan oleh politisi Indonesia.
Ketiga, kaitkan dengan kepentingan bangsa, yaitu bangsa ini sedang membutuhkan pemimpin yang hebat dalam berbagai lapangan, pemimpin yang mampu menghadirkan perbaikan dimana-mana, mampu mengelimiir berbagai persoalan.
Keempat, kembalikan kepada nilai-nilai yang penulis yakini, yang mampu menyelesaikan persoalan leadership itu sendiri.

Saran yang sangat menggugah, sungguh. Dan ntah energi apa yang baru saja terhempas masuk pada rongga rongga tubuhku secara langsung masuk dan mengalir mengikuti aliran nadiku yang terus mengalir dan menjalar ke seluruh dendrit, dan ternyata energi itu MOTIVASI. yah, motivasi untukku, untuk terus melakukan perbaikan dan perbaikan untuk kehidupan yang lebih baik, tanpa sedikitpun mengeluh, tanpa sedikitpun membiarkan waktuku terbuang sia sia untuk hal yang tak penting. Aku ingin sukses, dengan predikat kesuksesan yang sesungguhnya tidak hanya cuap cuap belaka atau bahkan hanya sekedar impian dan kemudian dilupakan, tidak! Aku harus bisa, aku pasti bisa dan aku yakin bisa! Bismillah, semoga Alloh selalu membimbing langkahku dan meridhoi setiap aktifitas yang ku lakukan dimanapun dan kapanpu. aamiin :)
#Semoga ini tak menjadikanku puas dan merasa bangga, tapi ku jadikan sebagai motivasiku untuk terus dan terus menulis...

Ma'rifatulloh yuuuu... :)



Di keheningan malam ini, aku benar benar tak bisa memejamkan mataku. Padahal besok jadwal kuliahku pagi, terlebih air di kostanku macet, harusnya aku tidur lebih cepat tapi mataku benar benar tak bisa diajak kompromi. Harusnya aku mulai posting dari bada magrib, cuma karena aku harus memberikan hak pada perutku dulu setelah seharian dibiarkan bernyanyi riang, hihi (shut namanya juga shaum)
Malam ini daripada ga bisa tidur dan mengerjakan yang ga bermanfaat, ku putuskan untuk membaca materi yang besok akan aku berikan pada adik tingkatku dalam mentoring. Materinya mengenai Ma'rifatulloh.
Apa itu Ma'rifatulloh?
Ma'rifatulloh adalah mengenal Alloh. Lalu, apa kita tahu siapa Alloh itu? umat muslim pasti menjawab Allohh itu Tuhan kita, yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, bukan begitu?
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Q.S. Al Ankabut 29:61
Emang Alloh itu ada yah? wih, naudzubillah yah orang yang tidak mempercayai adanya Alloh itu termasuk golongan orang orang kafir, naudzubillah...
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. Q.S. Al An'am 06;101

Sebagai orang muslim, kita wajib mengenal Alloh, Rabb yang menciptakan kita. Rabb yang memberikan kita penghidupan, Rabb yang mengatur skenario hidup kita. Bagaimana tidak, Alloh yang menciptakan kita tapi kita tidak mengenali Sang Maha Pencipta. Sungguh orang yang seperti itu termasuk orang yang sombong. Ma'rifatulloh (mengenal Alloh) adalah pondasi kehidupan ruhiyah kita, dengan ma'rifatulloh kita akan tahu tujuan hidup kita dan dengan ma'rifatulloh pula kita akan merasakan kehidupan yang lapang, subhanalloh sungguh sangat menyenangkan. :)
Mengenal Alloh itu, tidak hanya dengan kita hapal asma dan sifat Alloh (asmaul husna) saja, tapi kita juga harus menyakini bahwa Alloh itu benar benar ada. Adapun jalan untuk mengenal Alloh: melalu akal sehat (Q.S. Ali Imran 190-191), melalui para Rosul (QS. Al Hadid 25) dan tentunya melalui asma dan sifat Alloh (QS Al Isra 110)
Dengan mengenal Alloh, kita akan merasakan kebebasan, kenenangan juga aman. Kita juga akan mendapat kehidupan yang baik dan memperoleh jannah, subhanalloh sungguh sangat tidak merugi orang orang yang mengenal Alloh. Orang orang yang selalu menjadikan Alloh tujuan hidupnya, orang orang yang selalu menghadirkan Alloh dalam setiap gerak gerik kehidupannya. Mudah mudahan kita termasuk di dalamnya, agar jannah yang kita raih. aamiin :)

Tengah malam, Cimahi
fri, 14 oct '11 (00.20 PM)

Krisis Leadership

Keating (1986:9) mengatakan bahwa kepemimpinan itu adalah merupakan suatu proses atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan pemimpin adalah orang yang melaksanakan kepemimpinan.
Ketika kita berbicara mengenai kepemimpinan, semua orang pasti mengernyitkan keningnya. Entahlah, mereka (masyarakat) seakan sudah gak peduli bahkan gak mau tahu lagi tentang itu. Berbagai polemik yang kerap kali terjadi membuat mereka seperti ini, mereka seakan tak mau lagi ikut andil dalam masalah ini, padahal mereka mempunyai hak untuk bersuara, tapi kini mereka hanyalah korban, mereka tak lebih hanya sebagai budak yang terpaksa mengikuti keputusan "tuannya". Inilah krisis kepemimpinan, dimana seorang pemimpin tak lagi menjadi seorang pemimpin yang hebat, yang mengerti apa yang rakyat inginkan, yang bisa memberi kesejahteraan kepada rakyatnya, dan tentunya lebih mementingkan kepentingan pribadinya. Kita benar benar telah kehilangan figur pemimpin yang kita harapkan sehingga generasi penerus tidak mempunyai gambaran citra seorang pemimpin yang baik, padahal dalam pelajaran Kewarganegaraan yang kita pelajari sejak saat sekolah dasar kita diberikan pelajaran bagaimana jadi pemimpin yang baik, walaupun tidak secara gamblang dijelaskan namun itu cukup untuk menjadi pondasi awal.
Ini sudah menjadi fenomena global, tak hanya Indonesia yang mengalami hal semacam ini. Bahkan amerika yang katanya memiliki pemimpin hebat kelas dunia pun mengalami hal serupa. Namun dimana kah mereka?
Mungkin istilah "pemimpin" sudah tak lagi pantas untuk dikatakan "pemimpin" karena pada kenyataannya yang ada saat ini hanyalah seorang penguasa. Kenapa? karena mereka tak lagi menjalankan fungsinya sebagai pemimpin. Fenomena seperti ini tak hanya terjadi di kalangan atas tapi juga menjalar sampai ke kalangan terendah. Kita lihat saja, ketika seorang kepala pemerintah haus akan kekuasaannya ia akan semakin berambisi untuk memperoleh kekuasaannya, urusan untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat hanya menjadi ocehan belaka karena ambisi mereka hanyalah kekuasaan bukan kesejahteraan rakyat. Disini jelas terlihat kalau pemimpin sudah kehilangan integritasnya sebagai elite politik yang profesional. Fenomena semacam ini sudah mendarah daging di negara kita.
Pemimpin kita seakan buta, untuk melihat setiap realita yang terjadi di negaranya. Mereka pura pura tak melihat bagaimana susahnya hidup orang orang pinggiran yang untuk mendapatkan sesuap nasi saja harus banting tulang kerja keras, sementara mereka bisa makan apapun yang mereka mau bahkan duduk di kursi kursi mewah. Cobalah, sekali saja mereka buta matanya, lihat rakyatnya banyak yang kelaparan, karena kelaparan akibatnya busung lapar menjalar di kalangan anak anak, bahkan ada yang mati. Apa mereka tak pernah berpikir sedikitpun tentang itu? Apa mereka tetap ingin memperkaya diri sementara banyak yang membutuhkan uluran tangan mereka?
Kita lihat lagi, polemik yang belakangan ini terjadi, dimana semua para anggota legislatif menuntut fasilitas yang luar biasa mewahnya, sementara berbagai masalah belum terselesaikan. Apa pantas mereka menggunakan fasilitas mewah tanpa profesionalitas?
Miris memang, tapi inilah kenyataannya. Hei bung, jadi pemimpin itu tanggung jawabnya luar biasa besar, anda telah menyadari itu bukan? Anda berani untuk menjadi seorang pemimpin berarti anda sudah tahu dong aturan main seorang pemimpin?
Well, banyak masalah akut dan kritis yang akhirnya bermuara pada krisis kepemipimpinan.
Keating (1986:9) menyatakan salah satu tugas seorang pemimpin itu mengalah. Mengalah dalam hal ini, yaitu mampu untuk mengubah dan menyesuaikan pendapat dan perasaan sendiri dengan orang orang yang dipimpinnya. Jelaslah bahwa, seorang pemimpin itu harus punya sikap profesional, berani mengalah dalam artian tidak mementingkan kepentingan individu. The great leaders are and always have been of service to their followers first.
Mengapa kita mengalami krisis kepemimpinan?
1. Elite politik lebih mengutamakan kepentingan pribadi.
2. Kemampuan organisasinya lemah
3. The right man on the right place.
4. Rendahnya SDM (Sumber Daya Manusia)

Krisis kepemimpinan adalah masalah yang urgent namun sulit untuk diminimalisir. Masalah ini akan terus menjalar selama tak ada keinginan untuk merubahnya dari jiwa jiwa mereka para elite politik untuk mengubahnya. Masalah ini akan semakin mewabah, mendarah daging dan turun temurun. Ini tantangan bagi kita semua wahai jiwa muda, kita harus bisa membentengi hati kita untuk terhindar dari sifat sifat yang akan merugikan orang banyak. Kita harus mulai memupuk diri kita dengan benteng keimanan, karena hanya itulah yang akan menyelamatkan kita terbebas dari perbuatan tercela ini.
Kita harus bangun dari tidur panjang ini wahai negaraku tercinta, kini sudah saatnya kita bangkit, membangunkan kembali revolusi yang tertatih tatih. Mungkin kesadaran untuk memperbaiki ini semua akan memerlukan waktu seumur hidup, tapi jangan pernah mengalah untuk memulai perjalan panjang yang memakan waktu seumur hidup ini.
Kita berdo'a, agar IA menggerakan hati mereka agar mereka sadar akan tanggung jawab yang mereka emban. :)

Di keheningan malam, kota Cimahi.
Thursday, 13 okt'11 (10.40 p.m.)

Gagal dulu, baru SUKSES :)

Alhamdulillah akhirnya hari ini aku kembali menggerakan jari-jariku di atas tubuh mungil si nobi (my netbook) sudah lama jari jariku ingin menari karena beberapa pekan ini aku terlalu disibukan agenda ini itu, sebenarnya bukan aku yang sibuk tapi aku lalai dalam memanaje waktu, sehingga banyak agenda yang terbengkalai dengan alasan banyak agenda yang lebih penting. Maafkan diri ini Ya Rabb, karena telah lalai dalam mensyukuri setiap detik nikmat waktu yang Kau berikan. Benar sekali, ketika agenda padat selalu ngeluh, tapi ketika dikasih kesempatan sedikit lenggang tidak bisa memanfaatkan, dasar manusia kurang bersyukur.
Hari ini tak ada agenda sehingga cukup lapang untuk mengerjakan apa yang seharusnya ku kerjakan dan lagi setan malas membuaiku halus, ckckck begini nih kalau gak pernah belajar manajemen waktu yang baik. Tapi, ku paksakan untuk menuliskan apa yang ingin ku tuliskan, do what you wanna do eisssss... :)
Teringat masa kecil, ketika guru TK nanya "Apa cita cita kalian anak anak?"
Aku menjawab "Dokter bu..." wah dengan semangat, hampir setiap teman temanku menjawab seragam, ntah kenapa hampir setiap anak kecil kalau ditanya cita cita tak jarang yang jawabnya Dokter, lihat aja tuh Cilla (iklan) "Cilla, kalau udah besar cita citanya apa?"
"Dokter bu, biar cilla bisa nyembuhin temen temen cilla yang sakit"
Mungkin sudah menjadi hal yang lumrah ketika seorang anak ditanya ingin jadi apa dia kelak, tak sedikit dari mereka ingin jadi dokter, pramugari, pilot, guru, arsitek bahkan artis.ckckck
Tentunya, jawaban mereka itu polos, atau mungkin ada juga yang ikut ikutan temannya, wajarlah namanya juga anak kecil.
Hal ini tentu mengingatkanku pada percakapanku bersama Sang Dosen beberapa hari yang lalu, ketika beliau bertanya padaku "cita citamu ingin jadi apa noer?"
Dengan percaya diri aku menjawab, "saya ingin jadi PNS bu, kerja di pemda.."
"Apa tujuan anda kerja di pemda?"
"Kan sesuai study yang saya ambil bu, mudah mudahan bisa menempatkan diri sesuai dengan kemampuan yang saya punya..."
"Apa ga ingin jadi orang sukses?"
"Tentunya bu, saya ingin sukses, ingin membahagiakan kedua orang tua saya..."
"Semoga anda mengerti apa itu sukses..."
Belum sempat aku menanyakan apa maksud dari ucapan Beliau, eh Beliau harus segera pergi katanya mau ada rapat. Aku jadi terus terusan berfikir apa maksud dari ucapan terakhir beliau? sungguh, percakapan yang menggantung bagiku, dimana aku tak menemukan inti dari percakapan itu.
Karena percakapan yang menggantung itu aku jadi bertanya tanya dalam hati, apa itu sukses?
Aku coba bertanya pada teman temanku, dan ternyata jawaban mereka berbeda beda.
Yodha: Sukses itu, berhasil atas apa yang direncanakan sebelumnya.
Permata: Sukses adalah berhasil, dapat menerima hidup sebagai pengalaman dan tanda syukur kepada sang Illahi.
Garin: Sukses itu berhasil dan membuat orang tua kita bahagia.
Adikku: Sukses itu, ketika dede dapet nilai yang bagus.
Ukh Unun: Dikatakan sukses jika telah mencapai target yang dibuat. Kesuksesan abadi adalah ketika seseorang bisa lebih dekat dengan Tuhannya dan mampu menghadirkannya dalam setiap aktivitas.
Ukh Endah: Sukses = BAHAGIA ^^
Nita: Sukses itu, menjadikan sebuah tantangan menjadi sebuah peluang.
Setiap orang akan berpendapat mengenai sukses sesuai dengan fikirannya masing masing, bukan begitu? nah yang terpenting disini adalah ketika kita bisa mengaplikasikan apa makna sukses menurut kita dalam kehidupan sehari hari.
SUKSES = GAGAL.
Semua orang akan memilih sukses bukan? karena kalau tidak sukses maka ia dikatakan gagal. Tapi, pernahkah kita berfikir untuk meraih sukses itu kita butuh gagal juga. Loh kenapa gitu? karena, dengan mengalami fase gagal kita akan lebih banyak belajar dan tentunya lebih banyak pengalaman untuk meraih sukses yang hakiki. Sehingga kita akan benar benar menghargai kesuksesan yang kita raih.
Sukses menurutku yaitu, ketika kita berhasil melewati fase kegagalan dan bisa bermanfaat bagi orang lain atas semua targetan yang kita raih dan tentunya semua itu dilakukan karena Alloh dengan tujuan menghadirkan senyuman untuk kedua orang tua atas apa yang kita raih. :)


Dalam hening malam kota Cimahi,
09 Oktober 2011, 23.06 PM