Postingan

Menampilkan postingan dengan label POLITIC and SOCIAL

Negeri Kami

Gambar
Tulisan ini sebenarnya sudah lama nongkrong di draft my blogie, cuma belum sempet saya rampungkan. Hari ini, akan coba saya rampungkan deh.. Lagian udah lama juga gak nulis, kasihan si nobi lagi butuh belaian lembut jari-jariku. hihi Disini Negeri kami, tempat padi terhampar Samuderanya.. kaya raya Negeri kami subur Tuhan…. Di negeri permai ini Berjuta rakyat bersimbah luka Anak buruh tak sekolah Pemuda desa tak kerja Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar Bunda relakan darah juang kami Tuk bebaskan rakyat Padamu kami berjanji Padamu kami berbakti Have you hear this song? bagi para aktifis mungkin udah gak asing lagi sama lagu ini. Ya ini lagu kebangsaan kita saat kita turun ke jalan memperjuangkan hak rakyat. Lagu perjuangan mahasiswa yang lahir di era reformasi sejak menjelang jatuhnya Orde Baru. Miris sekali, ketika kita cermati bait per bait dari lagu ini. Ya inilah negeri kami, negeri kami subur tapi masih banyak rakya...

Krisis Leadership

Keating (1986:9) mengatakan bahwa kepemimpinan itu adalah merupakan suatu proses atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan pemimpin adalah orang yang melaksanakan kepemimpinan. Ketika kita berbicara mengenai kepemimpinan, semua orang pasti mengernyitkan keningnya. Entahlah, mereka (masyarakat) seakan sudah gak peduli bahkan gak mau tahu lagi tentang itu. Berbagai polemik yang kerap kali terjadi membuat mereka seperti ini, mereka seakan tak mau lagi ikut andil dalam masalah ini, padahal mereka mempunyai hak untuk bersuara, tapi kini mereka hanyalah korban, mereka tak lebih hanya sebagai budak yang terpaksa mengikuti keputusan "tuannya". Inilah krisis kepemimpinan, dimana seorang pemimpin tak lagi menjadi seorang pemimpin yang hebat, yang mengerti apa yang rakyat inginkan, yang bisa memberi kesejahteraan kepada rakyatnya, dan tentunya lebih mementingkan kepentingan pribadinya. Kita benar benar telah kehilangan figur pemimpin yang kita harapkan sehingga ...

Penyapu Jalanan vs PEJABAT

Gambar
Pagi ini, aku begitu tak bersemangat, ntah apa yang sedang terjadi padaku. Hatiku seakan terus bergejolak, seperti ada amarah dalam diri, astagfirulloh...kenapa aku ini??? Tapi, aku tidak boleh dikalahkan oleh keadaan seperti ini, karena hari ini aku harus jalani aktifitasku seperti biasa dengan ambang batas kenormalan seorang mahasiswa. Ku semangati diriku dengan terus menyebut nama mama, dan demi kedua orang tuaku yang ingin sekali melihat putri sulungnya sukses. Bismillah,,, ku langkahkan kakiku menuju kampus hijau tercinta ketika jam tanganku menunjukan pukul 08.30 WIB karena kuliah mulai pukul 08.40 WIB, dan hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk sampai kampus. Setibanya di kampus, ku naiki anak anak tangga menuju lantai 3, namun yang ku temukan disana hanya segilintir teman temanku nah, yang lainnya kemana? “ Hei, kelasnya di kelas pasca” teriak sang ketua kelas. Wah, ternyata aku harus kembali menuruni anak tangga hingga lantai 2, karena kuliah dialihkan di kelas Pasca Sarj...

DEMOKRASI PENUH KEPALSUAN

Gambar
Pagi ini kubuka jendela kamarku, kulihat indahnya dunia hari ini dengan sedikit tetesan air dari langit, subhanalloh sungguh besar nikmat Alloh,,, Tulisanku kali ini akan sedikit mengupas masalah demokrasi di negeri kita yang kata seorang temenku “Demokrasi Penuh Kepalsuan” wah, masa sih???yu mari kita kupas bersama,, Demokrasi itu berasal dari kata Yunani, Demos berarti rakyat dan Kratos/Kratein berarti kekuasaan/berkuasa. Jadi jelas bahwa dalam konsepnya keadaan negara, sistem pemerintahan dan kedaulatannya berada di tangan rakyat dan kekuasaan tertinggi berada dalam kepututasan bersama rakyat. Mari kita lihat pinsip demokrasi salah satunya yaitu, adanya pemilihan umum yang bebas dan adanya kebebasan individu. Nah, apakah di negara kita ini prinsip demokrasi telah tercipta??? loh di negara kita kan rakyat gak punya kekuasaan,,jadi masih bisa dikatakan demokrasi??? loh di negara kita kan yang berkuasa cuma “Mereka-mereka”,,apa ini demokrasi?? Berbicara negara dan kekuasaan, yang me...