Postingan

Negeri Kami

Gambar
Tulisan ini sebenarnya sudah lama nongkrong di draft my blogie, cuma belum sempet saya rampungkan. Hari ini, akan coba saya rampungkan deh.. Lagian udah lama juga gak nulis, kasihan si nobi lagi butuh belaian lembut jari-jariku. hihi Disini Negeri kami, tempat padi terhampar Samuderanya.. kaya raya Negeri kami subur Tuhan…. Di negeri permai ini Berjuta rakyat bersimbah luka Anak buruh tak sekolah Pemuda desa tak kerja Mereka dirampas haknya Tergusur dan lapar Bunda relakan darah juang kami Tuk bebaskan rakyat Padamu kami berjanji Padamu kami berbakti Have you hear this song? bagi para aktifis mungkin udah gak asing lagi sama lagu ini. Ya ini lagu kebangsaan kita saat kita turun ke jalan memperjuangkan hak rakyat. Lagu perjuangan mahasiswa yang lahir di era reformasi sejak menjelang jatuhnya Orde Baru. Miris sekali, ketika kita cermati bait per bait dari lagu ini. Ya inilah negeri kami, negeri kami subur tapi masih banyak rakya...

Rasanya Jadi Aktivis ituuuu :'(

Gambar
extra sabar, itu harus!!! ya, begitulah statusku malam ini. Hari ini kesabaranku benar-benar diuji, aku benar-benar merasakan dimana aku harus bisa menahan emosiku, menahan rasa lelahku, menahan rasa laparku, menahan rasa kantukku, menahan segalanya. Hari ini benar-benar aku merasakan perjuangan menjadi seorang aktivis kacangan tingkat kampus. Dimana aku harus kesana kemari membawa berkas yang isinya tak lain tak bukan adalah proposal. Berasa jadi pengemis di kampus sendiri, kesana kemari tanpa hasil, yeah ZERO BASED i've got!!! Entahlah, aku tak paham birokrasi di kampusku itu. Tiap kali kita membutuhkan bantuan "mereka" #pejabat kampus# pasti susah untuk ditemui, kalaupun bisa ditemui itu hanya sekedar menyetujui secara moril atas apa yang kita ajukan tanpa ada bantuan materil. Katanya paham birokrasi? ko tidak mampu melayani mahasiswa dengan baik!!! Kami mahasiswa, kami berhak untuk mendapat pelayanan yang baik! Entah sudah berapa kali, aku rela tinggalkan ja...

MODEM AKU BERNYAWA LAGIIIII

Aiiiihhh tau gak sih, senang tiada tara malam ini..hihi Lebeh memang, tapi inilah kenyataannya, ayeeeeyyyy... setelah hampir beberapa bulan terasing dari dunia persilatan ups, salah yah? dunia maya maksudnya..hihi yeah, beberapa bulan ini modemku mati suri dan malam ini modemku kembali bernyawa, setelah dihidupkan kembali dari kemati suriannya, haha #bukan mati suri tapi emang sengaja dimati suriin gitu# Ceritanya mau ganti provider yang lebih terjangkau #maklum ma'aciwa# tapi ternyata malah gak bisa dipake tamasya ke tempatnya simbah gugel termasuk menari-nari di  rumahku ini pun gak bisa, yang bisa kulakukan dengan provider baru itu cuma main-main di tempatnya si om pesbuk dan tante twitt haha payah yah? Dan ceritanya, malam ini aku bingung mau nulis apa? tapi karena lagi senang tiada tara ini, gada salahnya dong aku pamer kesenanganku?huhu hmm, di draft sepertinya sudah banyak tulisan usang yang belum sempat ku jamah sangking banyaknya aku bingung mau lanjut tuli...

AKU (BUKAN) PEMALAS!!!

Rinai hujan sore ini, membuatku enggan untuk bergerak, aku lebih milih untuk berdiam diri dibalik selimut biru lusuh di kamar kostku tercinta. Pekan ini adalah pekan dimana hari hariku seharusnya disibukan dengan bermesraan bersama diktat diktat kuliahku, yeah pekan ini kampusku sedang melaksanakan ritual ujian semester. Dan bagiku ini kali ketigaku melaksanakan ritual semesteran ini. Tapi ntahlah, memang aneh diriku ini, disaat rekan rekan kuliahku sedang riweuh bermesraan dengan diktatnya tapi aku malah asik dengan duniaku sendiri yang mungkin menurut orang dunia yang geje tanpa tujuan. Ya, inilah hidupku. Aku orang yang santai, selalu santai tapi aku selalu serius bahkan bisa sangat serius. Hanya saja, aku kurang suka kalau kita mempersulit apa yang seharusnya bisa menjadi mudah. Dulu, aku memang tergolong anak yang serius, ga bisa easy going tapi beruntunglah seiring berjalannya waktu, pikiranku semakin terbuka, rasanya Tuhan telah membimbingku untuk ga lagi jadi anak yang culun . ...

Good bye 2011 =)

Dalam hitungan menit saja 2011 sudah berakhir, hmm nothing special rasanya. Dan seperti biasa di malam yang special ini (kata orang), aku hanya mengurung diri di kostan tercinta seperti malam malam biasanya. Bagiku bermesraan dengan si nobi dan menonton tv lebih nyaman dibanding aku harus ikut keluar ga jelas hanya untuk memeriahkan malam pergantian tahun ini, sungguh suasana diluar tak sedikitpun menarik perhatianku ya padahal suasana diluar sangat ramai, beda dengan malam malam biasa, gemerlap cahaya kembang api terlihat begitu indah, suara petasan dan terompet dimana mana terdengar begitu menggelegar tapi mudah mudahan saja Isrofil gak ikut ikutan niup terompet yah, gawat itu...hehe Lagian apa coba tujuannya, gak jelas banget kan, yang ada membuat bising dan memekan telinga orang orang yang gak biasa denger suara gituan, termasuk aku haha maklum aku kan ndeso . Ya semua terlihat begitu meriah, semua orang sepertinya tak ingin melewatkan moment pergantian tahun begitu saja. Ckckck ma...

Katanya ini Homework =)

Maha Suci Engkau Rabbku, yang telah menganugerahkan rintikan rintikan air yang membasahi bumi ini. Alhamdulillah sore ini udara cukup sejuk karena hujan turun begitu deras, sebagian bajuku basah kuyup ketika ku hendak menyebrangi jalan menuju kostan tercinta. Lelah sekali ku rasakan hari ini, ingin rasanya ku hempaskan tubuhku di atas pulau busa yang setiap malam setia menemaniku namun sayang ku urungkan niatku itu ketika ku lihat sekujur tubuhku yang basah kuyup dan dihinggapi berbagai kuman dan bakteri dari debu kendaraan, maklum hari ini agendaku cukup padat jadi pastilah tubuhku ini belum menerima haknya untuk dibersihkan, lagi lagi sayang sekali air di kostan gak nyala, terpaksa ku diam sejenak dan ku nyalakan si nobi, konekan inet dan mulai mengunjungi Mbah Google dan Jeng pesbuk untuk sekedar bertamasya ria bersama mereka, dan tak lupa ku kunjungi rumahku ini, awalnya cuma ingin view siapa tahu ada komen, eeh ternyata aku inget ada amanah yang belum terlaksana, ya sebuah PR dari...

Untukmu yang Jauh Disana...

Ntahlah, bagaimana sakitnya hatiku ketika ku dengar tentang kabarmu, sebuah pesan yang mengabarkan tentang dirimu yang sedang terkulai lemas menahan rasa sakit yang kau rasakan. Aku tak dapat berkata apa apa ketika menerima kabar itu, hanya penyesalan yang ku rasa. Aku tak dapat membayangkan bagaimana keadaanmu disana saat aku tak disampingmu. Aku tak pernah mengerti ketika hatimu berbisik bahwa kamu membutuhkanku untuk menguatkanmu, memberimu support, membantumu untuk mengurangi sakitmu, memberikan pundakku untuk memberikan tempat bersandarmu dari penat dan peluh yang kamu rasakan. Mungkin egoku ini terlalu besar hingga mengalahkan bisikan bisikan hatiku tentangmu hingga aku tak dapat memberikan waktuku untuk sebentar saja menemanimu bahkan hanya sekedar untuk menemanimu makan agar kamu lekas sembuh aku tetap tak bisa, aku juga tak bisa memberikan senyumanku untuk sedikit saja menghiburmu, aku juga tak dapat menggenggam erat tanganmu untuk memberikan kekuatan padamu agar kamu bisa ber...