Buscar

aiyrapptika world :)

Siti Aisyah Berbicara mengenai Akhlak Rosululloh

Setelah Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya – tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat.
Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang palingindah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.
Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, "Ceritakan padaku akhlak Muhammad!". Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yang sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad
Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, "Ceritakan padaku keindahan dunia ini!." Badui ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini...." Ali menjawab, "Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)"
Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam yang sering disapa "Khumairah" oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruhkandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu'minun [23]: 1-11.
Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, "Ah semua perilakunya indah." Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. "Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.'" Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.
Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu." Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.Sumber : Mengenang Akhlak Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam, oleh Ustadz KH. Nadirsyah Hosen

AKU INGIIIIN...

Aku bukan SITI AISYAH yang punya kesabaran luar biasa
Aku bukan SITI KHADIJAHyang miliki kemewahan lagi dermawan
Aku bukan RABIAH AL ADAWIYAH yang hanya mencintai Rabb-nya sahaja
Aku juga bukan SITI FATIMAH yang hidup dengan kezuhudannya
Aku juga bukan SITI MASYITOH yang punyai keteguhan iman seteguh karang
Tapi satu yang pasti aku akan berusaha menjadi seperti mereka

Tidur Gaya Siti Aisyah

Suatu ketika, disaat Siti Aisyah hendak ke peraduannya, Rasulullah datang menghampiri dan berkata, “Ya Aisyah janganlah engkau tidur sebelum khatam Al-Quran, sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir, sebelum para muslim meridloi kamu, sebelum kau laksanakan haji dan umroh.
Lau Aisyah bertanya, “ya Rasulullah, bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”
Sambil tersenyum Rasul bersabda, ”Jika engkau tidur bacalah surah Al-Ikhlas tiga kali seakan-akan engkau meng-khatamkan Al-Quran. Kemudian bacalah sholawat untukku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat. Lalu beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridloi kamu. Dan juga perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh.”
Agar tidur kita lelap, disunnahkan pula untuk membersihkan diri (bukan berarti mandi lho!). pastikan wajah kita sudah terbebas dari make-up, sekalipun kita merasa sangat lelah untuk membersihkannya. Bila kita malas untuk memakai susu pembersih lengkap dengan tonernya, basuhsaja wajah kita dengan air sabun khusus untuk wajah. Lalu kita berwudhu.
Seperti yang diriwayatkan oleh Al-Bara’ bin Azib, bahwa Rasulullah bersabda, ”apabila kamu akan tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu orang shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan.”
Sedangkan untuk mendapatkan wajah yang segar di pagi hari, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah dengan membasahi handuk kecil dengan air hangat dan dua tetes air jeruk nipis, kemudian basuh wajah kita dengan handuk tersebut. Setelah itu, biarkan selama dua menit, baru tidur. Dijamin segar keesokan harinya.
Selain itu disunnahkan pula membersihkan kamar. Seperti hadits riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, apabila seorang dari kamu akan tidur, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu.”
Agar suasana kamar yang mendukung. Suasana kamar yang gelap dan tenang membantu kita untuk tidur nyenyak. Misalnya, pasang musik dengan irama lembut. Bila kita tidak suka dengan ruangan yang terlalu gelap, gunakan lampu kecil sebagai alat bantu penerangan.
Apabila kita tipe orang yang susah tidur, cobalah untuk membaca buku-buku ringan sekitar sepuluh menit atau mendengarkan musik sebagai pengantar tidur ”bismika Allahuma ahya wa amuut.”, ”dengan nama Allah aku hidup dan aku mati.”
tentu ada baiknya jika kita pun meniru cara Siti Aisyah tidur.

IKHWAN IDAMAN???

BTW, kayak gimana sih ikhwan yang dicari, diharepin, dan diinginkan akhwat?Keimanannya dong ya…Sebagai seorang muslim, tentunya setiap perbuatan kita wajib menyesuaikannyadengan aturan Islam. Nggak boleh sesukanya. Nah, termasuk dalam hal memilihcalon pendamping hidup, baik ikhwan maupun akhwat. Tapi di edisi pekan inikita pengen tahu pendapat para akhwat soal ikhwan idamannya.Sebut saja Mawar, ia punya kriteria ikhwan idaman, “Yang saleh, baik, cakep,pengertian, ngerti agama,” paparnya via e-mail yang pertanyaan udah disebarSTUDIA via beberapa mailing list.“Kalo aku sih pengennya tuh ikhwan taat beribadah alias sholeh, hormat samaortu, sopan, baik hati, pinter. Tapi yang jelas yang pertama agamanya harusOK dan punya semangat berjuang di jalan Allah dengan istiqomah,” tulisNinink dalam e-mailnya.Mila, bukan nama sebenarnya ikutan ngasih komen, “Tipe ikhwan yang disukai,biasa, standar akhwat: Baik agamanya, baik akhlaknya, baik sama keluargaku,mengerti aku (egois banget ya? Hehe..), lebih pinter dari aku (tapi bukanpinter ngeboong ya), punya inner (enak dipandang juga boleh), udah punya penghasilan en mapan (kalo ini request-an ibuku... hehehe),” Milangejembrengin via e-mailnya.Hmm.. para ikhwan, kedengarannya sederhana ya? Pengen ngarepin tipe ikhwanyang sholeh. Nah, masalahnya, amal sholeh tuh kan selalu digandeng dengankeimanan. Sebab, nggak mungkin ada amal sholeh tanpa keimanan. Nggak mungkinpula ada orang yang sholeh tapi nggak beriman. Tul nggak?Cakep? Boljug deh...Ehm... akhwat juga manusia lho. Maka wajar dong kalo kepengen ‘gandengannya’(truk kaleee..) tuh sedap dipandang mata. Meski nggak semua ngelihattampang, tapi ada juga yang ngarepin nilai plusnya. Artinya, imannya oketapi ganteng juga dong. Boleh-boleh aja sih.“Jujur aja kalo ngeliat ikhwan yang cakep mupeng alias muka pengen juga kaliya, apa lagi kalo dia rajin beribadah. Tapi kayaknya hanya suka sebataspenglihatan aja kali. Syukur-syukur sih bisa berjodoh ama dia he..he..he..”tulis Ira di surat elektroniknya.Sebut saja akhwat berinisial “sg”, doi nulis begini dalam e-mail yangdikirim ke STUDIA, “Tergantung sih, saya bukan tipe orang yang gampang sukaama cowok cakep. Sebab, saya suka cowok yang punya kekhasan cara pandang(ideologis gituuuh), rambutnya gondrong, celananya rombeng, beraniberbicara, seneng baca buku (kecuali komik), terbuka/bijak (dalam arti, saatmenemukan sesuatu yang benar mau menerima dan beralih dari cara pandangsebelumnya), wawasannya luas, tegas, PeDe, bertanggungjawab, cerdas booo,jidatnya nggak item, celana nggak nyongklang.” Waduh, nih sih diborong semuadong? Hehehe.. nggak apa-apa tiap orang kan berbeda selera.Silakan aja kalo mo nyari yang ganteng or cakep. Sah-sah aja. But, pastikandong yang Arjuna-mu itu taat beribadah dan sholeh. Tul nggak? Kalo cumacakep doang sih rugi. Tapi kalo ada yang keimanannya oke, ilmu agamanya oke,dan cakep pula, boleh juga diincer. Asal ada syaratnya, dia juga suka samakamu. Gubrak! (iya dong, masa’ sih kita harus bertepuk sebelah tangan—Pupusdong jadinya)Perilakunya menyenangkanUmumnya sih, ikhwan yang udah oke keimanannya, insya Allah oke jugakepribadiannya. Sebab, setiap apa yang dilakukan itu pastinya ngikutin carapandang kehidupannya. Artinya, apa yang diilakukannya sesuai yang dipahami.Tapi, kadang praktek beda ama teori.Nah, gimana nih dengan ikhwan yang jaim? Atau gimana pula menurutmu kalo adaikhwan yang caper bin ganjen ama akhwat?“Aku nggak suka kalo ngeliat ikhwan yang jaim. Kayaknya dia tipe orang yangnggak pede untuk menunjukkan jati dirinya (cieee). Apalagi kalo ngeliatikhwan yang caper dan ganjen ama akhwat, aku nggak suka banget. Karenabiasanya ikhwan yang kayak gitu orangnya rese… kan nggak semua akhwat sukadiganjenin (99,99 % nggak suka),” tulis Ira ke STUDIA.But, karena menurut Ira 99,99 persen akhwat nggak suka, ternyata masih adatuh dari 0,01 persen akhwat yang suka tipe ikhwan yang jaim. Sebut ajaYanti, menurutnya, “Suka, sebab kita-kita jadi tengsin kalau mau jailinikhwan jaim. Tapi kalo ganjen dan caper nggak sukaaaaa.... ikhwan kok nggakinisiatif cari kerjaan selain caper-in akhwat” paparnya.“Keimanan so pasti dong ya kudu jadi pilihan utama. But, perilakunya jugaharus mencerminkan keimanannya. Jadi aku nggak suka sama ikhwan yang ganjen,yang suka caper sama akhwat, yang sombong, yang nggak mau akur sama ikhwanlainnya, yang ngomongnya nggak sopan. Meskipun dia ilmu agamanya bagus danrajin berdakwah,“ jelas Arini.Waaah... harap hati-hati buat para ikhwan. Jangan sampe para akhwat udahnggak sreg duluan sama kita pas ngelihat tampilan kita kayak gitu. Memangsih, ikhwan juga manusia (yeee.. nggak mau kalah sama akhwat yang jugamanusia). Karena manusia, maka nggak bisa lepas dari kelemahan danketerbatasan. Memang sih, tapi kan bisa dipermak jadi oke. Soalnya yangnamanya afektif (perasaan or emosional) itu bisa dilatih dengan pembiasaan.Jika si dia melamarmu...Maaf, maaf, jangan keburu kepikiran pembahasan ini khusus dewasa. Ya,mungkin ini lebih baik, daripada ditulis: “jika si dia memacarimu...”. Tulnggak? Justru kita harus membiasakan pemahaman bahwa hubungan akrab pranikah(baca: pacaran—gaul bebas-apalagi seks bebas) itu salah. Sementara hubunganyang sah untuk saling mencurahkan kasih-sayang dan perhatian antaraikhwan-akhwat, tentunya lewat pernikahan. Ini yang harus terusdikampanyekan. Itu sebabnya saya lebih memilih diksi alias pilihan kata,“melamarmu”. Setuju kan? Awas kalo nggak setuju (idih, ngancem!)Sobat muda muslim, kalo suatu saat kamu udah siap nikah, terus ada ikhwanyang mo ngelamar kamu, apa yang bakalan kamu lakukan?“Ehm... siapa pun ikhwan yang dateng. Aku nggak bisa langsung memutuskan.Sholat istikharah adalah solusinya. Tapi urusan fisik en materi, kayaknyanggak zamannya lagi dipermasalahkan (yang harus dilobi tuh ortu, coz siapasih ortu yang rela anaknya hidup miskin. Kedengeran matre sih, tapisebenernya ortu bersikap kayak gitu, aku yakin alasan mendasarnya bukankarena matre, mereka cuma pengen anaknya hidup bahagia. Ciee.. sok bijaksanagini nih).” Mila menulis barisan kata-kata ini via e-mailnya ke STUDIA.Bener nih?Eh, kalo ada ikhwan yang gagah, keren, pinter, tsaqafah Islamnya jugatinggi, anak orang kaya, rajin berdakwah, sholeh, keimanannya mantep (wuih,ada nggak sih se-perfect ini di dunia nyata?), terus kamu ngarepin jadipendamping hidupnya nggak?“Oh... so pasti gitu looh! Eh, tapi ikhwan yang seperti itu langkaditemukan,” Tika ngasih jawaban.“Ingin banget, tapi semua keputusan akhir kan Allah yang nentuin, kitamungkin cuma bisa usaha,” Ninink menjawab dengan bijak.Tapi, gimana kalo setelah sekian lama menanti ikhwan idaman hati, eh, yangdateng tuh ikhwannya dengan kriteria: wajah pas-pasan, miskin, ilmu agamanyabiasa aja, hanya rajin sholat dan dakwah. Gimana tuh?“It’s ok. I’ll receive. Yang jelas dia orang yang terbuka, bijak, dewasa,dan merdeka. Kekayaan baginya adalah pemikiran yang diejawantahkan dalamkehidupan dan perjuangan. Dan atas dasar itu pula, mencuatlah kesadarandalam dirinya utk menunaikan kewajiban-kewajiban yang dipanggulnya. Cukupitu, tidak lebih.” papar akhwat yang punya inisial “sg” dalam e-mailnya keSTUDIA.Sobat muda muslim, kayaknya kalo ditampung semua pendapatnya bisa panjangurusannya neh. Tapi yang jelas, kita bisa punya kesimpulan bahwa umumnyapara akhwat mencari ikhwan idaman yang imannya mantep, sholeh, pengertian,perhatian, dan punya jiwa pengemban dakwah. Wuih, sederhana dan sangatwajar. Semoga ini menjadi pegangan dan ukuran kita semua. Karena, yangnamanya keimanan (akidah) tuh kriteria number one euy dalam prioritaspilihan kita untuk mencari pendamping hidup. Nggak bisa ditawar lagi.

Akhwat Most wanted !!!

Siapa yang gak mau jadi Akhwat idaman ? Walau tidak semua ingin dipuja dan dinobatkan sebagai "Miss Akhwat " tapi semua pasti ingin menjadi Akhwat Idaman. Bukan saja jadi anggota FBI (Female Bidikan Ikhwan), tapi juga jadi idaman dan kecintaan Allah dan RasulNya.Yup, Akhwat Most wanted, entah siapa dia ? Semua pembicaraan para Ikhwan selalu menyebut namanya. Dia bukan siapa-siapa. Dia tak cantik juga tak buruk rupa, dia tak kaya juga tak Miskin, dia tak selembut Khadijah, tak setabah Fathimah ataupun secantik Aisyah. Dia begitu biasa dan sangat Sederhana !.Dia Lemah, tapi tak pernah seorang pria pun mengganggunya. Hijabnya adalah Tameng Nafsu, dan tunduk pandanganya adalah pedang penebas Syahwat. Semua takjub menatapnya, dan semua kegum akan dirinya. Di mata manusia ia pelita, dimata Allah ia Mutiara !Dia Pemalu, tapi tak pernah kehilangan izzah. Jika siang engkau akan melihatnya dibalik hijab dan jika malam jangan cari ia digelap dunia. Karena ia sedang sujud, matanya sembab memuja Rabb-Nya. Dia indah walau tak cantik. Banyak yang bilang dia indah karena hatinya, Karenanya ia selalu memohon ampun pada Rabb-Nya. Memohon dijauhkan dari ria dan Fitnah, akan getar hati kaum Adam yang mengenangnya.Dia Lugu tapi tak bodoh. Pikirannya jernih dan selalu mencari kebenaran dari Peciptanya. Dia tak akan kehilangan arah, karena Al Quran selalu menuntunnya, dan As Sunnah menjadi jalannya. Tak henti langkahnya meniti jalan menuju Surga.Siapa mau seperti dia ?Neh ada tips buat ukhti semua. Silahkan di coba, beneran....ini Tips Ajaib :
Usap seluruh wajah dengan bedak merk *Air Wudhu,* niscaya akan bercahaya sepanjang masa.
Gunakan pemerah pipi dari kosmetik *Mustika Rasa Malu* agar senantiasa terjaga iman.
Oleskan lipstik *Kejujuran* pada bibir, agar senantiasa manis dalam bertutuk kata. Serta tambahkan lip-gloss *Tutur Kata Lemah Lembut* agar bibir terlihat indah bercahaya.
Hiasi mata dengan maskara *Ghadhul Bashor* (menundukan pandangan) agar semakin lentik, bening dan jernih.
Pakailah sabun wangi *Istighfar* untuk menghilangkan kotoran badan berupa dosa dan kesalahan, hingga harum setia setiap saat.
Rawat rambut dengan shanpo berupa *Jilbab Islami* untuk mencegah dan menghilangkan ketombe berupa pandangan laki-laki yang membahayakan
Hiasi tangan dengan gelang emas *Tawadhu* menengadahkan tangan beserah diri hanya kepada Allah.
Hiasi jari-jari dengan cincin bermata *Ukhuwah* agar semakin erat persahabatan.
Hiasi badan dengan baju dari rumah mode *Kesucian dan Taqwa* yang dapat membaluti tubuh agar senantiasa menutup aurat, menjaga diri dari pakaian tipis, tembus pandang.



Sumber : gak tahu lupa,,,hehe

Kalau Ikhwan cari 'Gebetan'!!!

Ikhwan nyari gebetan? Gak salah nih? Eit, jangan su’udzon dulu ya. Meskipanggilan ikhwan identik dengan cowok pengajian, mereka juga kan manusia.Sama seperti cowok laen. Punya rasa punya hati dan nggak punya antivirusmerah jambu. Itu artinya, ikhwan juga bisa kepeleset jatuh hati ama pesonalawan jenisnya. Terutama pada kalangan cewek pengajian yang biasa dijulukiakhwat. Soalnya mereka kan beraktivitas pada dunia yang sama. Dunia dakwahgitu, lho. Wajar dongs!Bedanya ama cowok laen, cowok pengajian mungkin lebih punya pertimbanganmateng untuk jatuh cintrong. Ciiee, sori bukan narsis lho. So, nyari gebetandi sini bukan berarti nyari gandengan yang bisa diajak kencan atau jalanberduaan. Tapi untuk diajak serius melabuhkan cintanya di jalan yang halal.Loving you, Merit yuk? Enak..enak..enak..!Nah, kali ini kita mo ngorek informasi dari temen-temen ikhwan seputarkomentar tentang Liga Champions, eh tentang akhwat idaman mereka. Informasiberharga nih. Penasaran? Yuk!Akhwat idaman di mata ikhwanNgobrolin soal akhwat nggak bisa lepas dari sikap, karakter, dan aktivitasdakwahnya yang dengan mudah tercium oleh ikhwan. Ada yang lincah kayak bolabekel, ada yang rame mirip Nirina Zubir, ada yang aktif banget sampe nggakterlalu mikirin penampilan yang seadanya, dan lain sebagainya. Pokoknya mahbervariasi banget deh. Tapi, seperti apa sih akhwat yang disukai ikhwan?Seorang teman dari negeri jiran, Hadi, via FS (Friendster)-nya ngasihkomentar: “..perempuan yang aku suka adalah sejuk mata memandang dekterlihat keluhuran akhlaknya menjadi sumber ketenangan jiwa bila hatibergelora”. Kalo menurut ‘penkhianatyangtelahmusnah (pytm)’ dalam YM(YahooMessenger)-nya, “yang jelas ngaji. Masalah pendiem, kalem, jaim, rame itumah selera. Rame asyik dibawa ngobrol. Kalem asik kayak punya bidadari yangbisa diapain. Hahaha…”Lain lagi pendapat Zubair, mahasiswa ITB (Kimia) 2002, akhwat yangdisukainya adalah yang….”Pandai berkomunikasi dalam bentuk verbal, sehinggadengan modal dasar ini mudah-mudahan setiap masalah yang ada mampudikomunikasikan dan diselesaikan dengan kepala dingin, bahkan jadi modal ygsangat cukup untuk dakwah”.Gimana dengan akhwat yang agak agre. Maksute, akhwat yang punya inisiatifberjuang setengah hidup nyari info tentang ikhwan idamannya. Walaudiam-diam, tapi aktif tanya sana-sini-situ. Mungkin udah ngebet kali ye amaikhwan incarannya en takut keburu dicantol ama yang laen. Hehehe….‘pytm’ dan ‘javanehese2000’ bilang saat chatting, akhwat agre bukan tipeyang disukainya. Lantaran khawatir timbul fitnah bin gosip yang nggak bisadipertanggungjawabkan. Mereka lebih suka yang kalem. Akhwat banget, gitulho. Rada pendiem en bisa jaim di tempat umum. Mungkin tipe-tipe akhwat yangnunggu diajuin proposal ama ikhwan gitu deh. Kayak mo tujuh belasan pakengajuin proposal? Hihihi…Tapi bagi Zubair, akhwat agre adalah tipe kesukaannya. “…karena kaloorangnya terlalu pendiem, kita nggak tau secara persis keadaan dia kayakgimana, kalo agresif alias ekspresif kan enak tuh, kalo ada masalah ketahuanjadi mungkin kita bisa bantu tolong.” Dengan kata lain, doi nggak gitunyetel ama akhwat yang kalem, “... soalnya kalo yang kalem susah ditebak isihatinya”.Oh ya, untuk tipe agresif meski nggak umum di kalangan akhwat, bukan berarti‘cela’ lho. Karena Siti Khadijah pun termasuk yang ‘agresif’ hingga beranimenawarkan diri kepada Muhammad bin Abdullah setelah terpikat oleh sifat dankarakter beliau.Oke deh sobat, itu segelintir komentar temen-temen ikhwan tentang tipeakhwat yang disukainya. Yang pasti, mau yang agre ataupun kalem, semuanyasama baiknya selama sholehah. Tinggal pandai-pandainya kita ajamensikapinya. Dan yang nggak kalah pentingnya, akhwat yang bersangkutan sukajuga ama kita. Biar nggak bertepuk sebelah tangan. Huehehe...FBI= Female Bidikan IkhwanSobat, dari komentar ikhwan-ikhwan yang kena todong STUDIA pas ditanya soalakhwat idaman, mereka nangkepnya lagi ditanya soal sosok yang bakal jadiistrinya. Geer banget kan? Tapi wajar aja sih kalo kegeeran, itu kan gejalanormal seorang jomblo. Padahal untuk calon istri, mungkin lebih khusus lagikriterianya. Kayak gimana sih?Menurut Anas, “Tipe yang Anas suka..tipe yang memang benar-benar pantas jadiistri. Simpel kan? Dia harus bisa jadi benteng pertama dari sisi apapun bagianak-anaknya..karena (mungkin) tugas suami adalah mencari nafkah (cenderungkeluar)..”Kalo pendapat Zubair, “...Sopan, cukup ekspresif, pandai komunikasi, wajahlumayan cantik, kulitnya putih kalo bisa enn sabar. Bahkan kalo ada sih yangilmu keislamannya baik + akhlaknya baik, jadi bisa ngingetin kita kalosalah...”Namun kini, kondisi yang meminta kehadiran wanita di dunia kerja tak bisadihindari. Ada aja akhwat yang sudah kerja di kantoran, menjadi buruhpabrik, atau pengen kerja meski udah merit. Gimana dengan akhwat model gini?Kalo buat pytm, “..pengennyah sih punya istri tuh di rumah ajah. Meski bisadongkrak ekonomi dalam negeri, tapi tetep ajah amanah di rumah lebih gede.Boleh kerja tapi di sekitar rumah. Ga boleh jauh. Trus yang ringan. Jadiguru TK ato apalah...”Sobat, sosok FBI alias female bidikan ikhwan sepertinya nggak harus punyakelebihan secara fisik, status sosial, suku, status pendidikan, ataudandanan. But, nggak berarti cuek banget, hanya saja bukan prioritas. Ituaja kok. Nggak lebih.Syakhsiyahmu yang kumauBagi bagi seorang ikhwan, mikir-mikir dulu kalo mau menominasikan lawanjenis yang cuma punya kelebihan di penampilan fisik sebagai idaman. Apapasal?Pertama, penampilan fisik itu sifatnya sementara. Bakal habis bin pudardimakan usia atau bisa rusak karena musibah. Kalo kita matok rasa suka bincinta cuma lantaran fisik, siap-siap aja kehilangan keindahan yang memikatkita itu. Nggak bener-bener cinta tuh kayaknya.Kedua, lawan jenis yang diidamkan bukan cuma untuk mengisi ruang khayalsemata, jadi bahan gosipan di antara teman, atau buat nemenin ke kondangan.Lebih dari itu, akhwat idaman berarti seseorang yang ditargetkan untukmenjadi istri, ibu dari anak-anak, mitra dakwah, sekaligus seorang sahabatdekat yang mengingatkan kala khilaf dan memompa semangat kita saat dirundungmusibah. Semua peran itu dilahirkan dari pemahaman Islam dan kedewasaandalam bersikap pada diri seorang akhwat, bukan dari penampilan fisik. Catettuh!Kondisi ini mengingatkan kita pada sebuah hadits: “Tiga kunci kebahagiaanseorang laki-laki adalah istri shalilah yang jika dipandang membuatmusemakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjagakehormatanmu, dirinya, dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantarke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.” (M.Fauzhil Adhim, ‘Kupinang Engkau dengan Hamdallah’)Nah sobat, sepertinya kepribadian (syakhsiyah) seorang akhwat yang tercermindalam caranya berpikir dan bersikap sesuai aturan Islam layak jadi ukuranstandar bagi kaum Adam untuk memilih istri. Kalo emang bener mo ngebangunrumah tangga yang sakinah mawahdah, wa rohmah. Tapi bukan berarti kitangelarang kamu pake pertimbangan fisik lho. Silahkan aja kalo mo pakestandar ideal: cantik, kaya, sholihah, dan mau ama kita. Tapi kalo kriteriaitu nggak ada, cukup asal mau ama kita, sholihah, kaya dan cantik.Yeee...itu mah sama aja atuh!Ups! Maksute relakanlah predikat sholehah dari seorang wanita yang menerimacinta kita mengalahkan ego kita untuk dapetin yang cantik atau tajir. Yakindeh, selalu ada inner beauty dan kekayaan yang tak ternilai oleh materi padadiri seorang wanita sholehah (pengalaman nih ceritanya, huhuy!). Yes!Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karenakecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran.Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaannya semata, boleh jadikekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tapi nikahilah wanita itukarena agamanya, sesungguhnya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapitaat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik yang tidaktaat beragama).” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)Jangan egois donk!Allah swt berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yangkeji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). ..” (QS an-Nûr [24]:26)Dari ayat itu, Allah emang Maha Adil. Dia menjanjikan wanita yang baik untukpria yang baik pula. Sebagaimana layaknya Aisyah r.a. menjadi istri Nabisaw. Pria yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Itu berartikalo pengen dapetin akhwat yang sholehah, kita juga kudu sholeh dong. Jangancuma mikirin keinginan diri sendiri. Nggak adil tuh. Mengidamkan akhwat yangbaik tapi kitanya sendiri jeblok. Karena kaum hawa juga berhak mendapatkantipe-tipe primus alias pria mushola yang sholeh. Tul nggak sih?Makanya kita jangan egois. Kita juga punya kewajiban yang sama seperti kaumHawa untuk memoles kepribadian dan menghiasinya dengan akhlak Islam. Percayadeh, syakhsiyah Islam akan membantu kita untuk lebih bijak dalam mensikapihidup. Kita jadi punya standar untuk berbuat atau menilai suatu perbuatan.Termasuk dalam memilih istri. Nggak asal nunjuk. Trus, di mana kita bisadapetin syakhsiyah Islamiyah?Yang pasti, syakhsiyah Islam nggak dijual bebas di pinggiran jalan, klubmalem, pub, atau diskotek. Tapi kita bisa dengan mudah dapetinnya diforum-forum pengajian. Yup, di tempat pengajian kita diperkenalkan lebihdalam dengan Islam dan aturan hidupnya yang sempurna dan cocok buat kita.Ini yang bisa menjadi benih tumbuhnya syakhsiyah Islamiyah. Perlu perawatanyang rutin dengan getol mengkaji Islam jika kita ingin pertumbuhannya sesuaidengan yang diharapkan.Dengan dibubuhi pupuk keikhlasan semata-mata ingin dapetin ridha Allah(bukan cuma pengen dapet calon istri solihah.. ehm..), syaksiyah Islam akanmengantarkan kita pada predikat kemuliaan. Di hadapan manusia, dan yangmenciptakan manusia. Bukankah ini yang kita harapkan?So, jangan tunggu hari esok. Mari kita sama-sama menjadi bagian darigenerasi anak ngaji (Ngaji Generation). Membentuk syakhsiyah pada diri kitadan menanamkan akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Sekaligus memperkuatbarisan perjuangan untuk memuliakan diri kita, Islam, dan kaum Muslimin diseluruh dunia. Moga-moga Allah masukin kita dalam daftar orang-orang yangberhak dapetin pasangan hidup yang sholeh/sholehah. Mau dong? Yuuuk!

Ukhtifillah.. (Surat Terbuka Seorang Ikhwah untuk Seluruh Akhwat di Dunia)

UktiFillah...
Ukhtifillah,Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli? Kerana itu kau tak mengenalku dan memang takperlu mengenalku. Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,tersempurna dan tertinggi. Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, kerananya kau tak mendatangkan persamaan. Ukhtifillah, Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, kerana akan membuatku mengingatmu. Bererti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu. Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku. Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari. Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur. Kerana sesungguhnya dirimu terlalu suci. Ukhtifillah, Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berhujung. Ada ingin tapi tak ada henti. Menyentuhmu merupakan ingin diri, meski hujung penutupmu pun tak berani kusentuh. Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku kera na sucimu kaupertaruhkan. Mungkin kau tak peduli Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah. Dan tak lebih dari wanita biasa. Ukhtifillah, Jangan pernah kau tatapku penuh Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tapi kerana aku seorang yang masih kotor. Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas. Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur. Kau memang suci, tapi mungkin kau termanipulasi. Kerana kau hanya manusia-hanya wanita. Ukhtifillah, Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu. Untuknya dirimu ada, itu kata fikiranku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah. Atau kejar sang lelaki suci itu, kerana itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci. Ukhtifillah, Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyukkan tangis do'amu. Ukhtifillah, Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih, seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.