Buscar

aiyrapptika world :)

Kalau Ikhwan cari 'Gebetan'!!!

Ikhwan nyari gebetan? Gak salah nih? Eit, jangan su’udzon dulu ya. Meskipanggilan ikhwan identik dengan cowok pengajian, mereka juga kan manusia.Sama seperti cowok laen. Punya rasa punya hati dan nggak punya antivirusmerah jambu. Itu artinya, ikhwan juga bisa kepeleset jatuh hati ama pesonalawan jenisnya. Terutama pada kalangan cewek pengajian yang biasa dijulukiakhwat. Soalnya mereka kan beraktivitas pada dunia yang sama. Dunia dakwahgitu, lho. Wajar dongs!Bedanya ama cowok laen, cowok pengajian mungkin lebih punya pertimbanganmateng untuk jatuh cintrong. Ciiee, sori bukan narsis lho. So, nyari gebetandi sini bukan berarti nyari gandengan yang bisa diajak kencan atau jalanberduaan. Tapi untuk diajak serius melabuhkan cintanya di jalan yang halal.Loving you, Merit yuk? Enak..enak..enak..!Nah, kali ini kita mo ngorek informasi dari temen-temen ikhwan seputarkomentar tentang Liga Champions, eh tentang akhwat idaman mereka. Informasiberharga nih. Penasaran? Yuk!Akhwat idaman di mata ikhwanNgobrolin soal akhwat nggak bisa lepas dari sikap, karakter, dan aktivitasdakwahnya yang dengan mudah tercium oleh ikhwan. Ada yang lincah kayak bolabekel, ada yang rame mirip Nirina Zubir, ada yang aktif banget sampe nggakterlalu mikirin penampilan yang seadanya, dan lain sebagainya. Pokoknya mahbervariasi banget deh. Tapi, seperti apa sih akhwat yang disukai ikhwan?Seorang teman dari negeri jiran, Hadi, via FS (Friendster)-nya ngasihkomentar: “..perempuan yang aku suka adalah sejuk mata memandang dekterlihat keluhuran akhlaknya menjadi sumber ketenangan jiwa bila hatibergelora”. Kalo menurut ‘penkhianatyangtelahmusnah (pytm)’ dalam YM(YahooMessenger)-nya, “yang jelas ngaji. Masalah pendiem, kalem, jaim, rame itumah selera. Rame asyik dibawa ngobrol. Kalem asik kayak punya bidadari yangbisa diapain. Hahaha…”Lain lagi pendapat Zubair, mahasiswa ITB (Kimia) 2002, akhwat yangdisukainya adalah yang….”Pandai berkomunikasi dalam bentuk verbal, sehinggadengan modal dasar ini mudah-mudahan setiap masalah yang ada mampudikomunikasikan dan diselesaikan dengan kepala dingin, bahkan jadi modal ygsangat cukup untuk dakwah”.Gimana dengan akhwat yang agak agre. Maksute, akhwat yang punya inisiatifberjuang setengah hidup nyari info tentang ikhwan idamannya. Walaudiam-diam, tapi aktif tanya sana-sini-situ. Mungkin udah ngebet kali ye amaikhwan incarannya en takut keburu dicantol ama yang laen. Hehehe….‘pytm’ dan ‘javanehese2000’ bilang saat chatting, akhwat agre bukan tipeyang disukainya. Lantaran khawatir timbul fitnah bin gosip yang nggak bisadipertanggungjawabkan. Mereka lebih suka yang kalem. Akhwat banget, gitulho. Rada pendiem en bisa jaim di tempat umum. Mungkin tipe-tipe akhwat yangnunggu diajuin proposal ama ikhwan gitu deh. Kayak mo tujuh belasan pakengajuin proposal? Hihihi…Tapi bagi Zubair, akhwat agre adalah tipe kesukaannya. “…karena kaloorangnya terlalu pendiem, kita nggak tau secara persis keadaan dia kayakgimana, kalo agresif alias ekspresif kan enak tuh, kalo ada masalah ketahuanjadi mungkin kita bisa bantu tolong.” Dengan kata lain, doi nggak gitunyetel ama akhwat yang kalem, “... soalnya kalo yang kalem susah ditebak isihatinya”.Oh ya, untuk tipe agresif meski nggak umum di kalangan akhwat, bukan berarti‘cela’ lho. Karena Siti Khadijah pun termasuk yang ‘agresif’ hingga beranimenawarkan diri kepada Muhammad bin Abdullah setelah terpikat oleh sifat dankarakter beliau.Oke deh sobat, itu segelintir komentar temen-temen ikhwan tentang tipeakhwat yang disukainya. Yang pasti, mau yang agre ataupun kalem, semuanyasama baiknya selama sholehah. Tinggal pandai-pandainya kita ajamensikapinya. Dan yang nggak kalah pentingnya, akhwat yang bersangkutan sukajuga ama kita. Biar nggak bertepuk sebelah tangan. Huehehe...FBI= Female Bidikan IkhwanSobat, dari komentar ikhwan-ikhwan yang kena todong STUDIA pas ditanya soalakhwat idaman, mereka nangkepnya lagi ditanya soal sosok yang bakal jadiistrinya. Geer banget kan? Tapi wajar aja sih kalo kegeeran, itu kan gejalanormal seorang jomblo. Padahal untuk calon istri, mungkin lebih khusus lagikriterianya. Kayak gimana sih?Menurut Anas, “Tipe yang Anas suka..tipe yang memang benar-benar pantas jadiistri. Simpel kan? Dia harus bisa jadi benteng pertama dari sisi apapun bagianak-anaknya..karena (mungkin) tugas suami adalah mencari nafkah (cenderungkeluar)..”Kalo pendapat Zubair, “...Sopan, cukup ekspresif, pandai komunikasi, wajahlumayan cantik, kulitnya putih kalo bisa enn sabar. Bahkan kalo ada sih yangilmu keislamannya baik + akhlaknya baik, jadi bisa ngingetin kita kalosalah...”Namun kini, kondisi yang meminta kehadiran wanita di dunia kerja tak bisadihindari. Ada aja akhwat yang sudah kerja di kantoran, menjadi buruhpabrik, atau pengen kerja meski udah merit. Gimana dengan akhwat model gini?Kalo buat pytm, “..pengennyah sih punya istri tuh di rumah ajah. Meski bisadongkrak ekonomi dalam negeri, tapi tetep ajah amanah di rumah lebih gede.Boleh kerja tapi di sekitar rumah. Ga boleh jauh. Trus yang ringan. Jadiguru TK ato apalah...”Sobat, sosok FBI alias female bidikan ikhwan sepertinya nggak harus punyakelebihan secara fisik, status sosial, suku, status pendidikan, ataudandanan. But, nggak berarti cuek banget, hanya saja bukan prioritas. Ituaja kok. Nggak lebih.Syakhsiyahmu yang kumauBagi bagi seorang ikhwan, mikir-mikir dulu kalo mau menominasikan lawanjenis yang cuma punya kelebihan di penampilan fisik sebagai idaman. Apapasal?Pertama, penampilan fisik itu sifatnya sementara. Bakal habis bin pudardimakan usia atau bisa rusak karena musibah. Kalo kita matok rasa suka bincinta cuma lantaran fisik, siap-siap aja kehilangan keindahan yang memikatkita itu. Nggak bener-bener cinta tuh kayaknya.Kedua, lawan jenis yang diidamkan bukan cuma untuk mengisi ruang khayalsemata, jadi bahan gosipan di antara teman, atau buat nemenin ke kondangan.Lebih dari itu, akhwat idaman berarti seseorang yang ditargetkan untukmenjadi istri, ibu dari anak-anak, mitra dakwah, sekaligus seorang sahabatdekat yang mengingatkan kala khilaf dan memompa semangat kita saat dirundungmusibah. Semua peran itu dilahirkan dari pemahaman Islam dan kedewasaandalam bersikap pada diri seorang akhwat, bukan dari penampilan fisik. Catettuh!Kondisi ini mengingatkan kita pada sebuah hadits: “Tiga kunci kebahagiaanseorang laki-laki adalah istri shalilah yang jika dipandang membuatmusemakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjagakehormatanmu, dirinya, dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantarke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.” (M.Fauzhil Adhim, ‘Kupinang Engkau dengan Hamdallah’)Nah sobat, sepertinya kepribadian (syakhsiyah) seorang akhwat yang tercermindalam caranya berpikir dan bersikap sesuai aturan Islam layak jadi ukuranstandar bagi kaum Adam untuk memilih istri. Kalo emang bener mo ngebangunrumah tangga yang sakinah mawahdah, wa rohmah. Tapi bukan berarti kitangelarang kamu pake pertimbangan fisik lho. Silahkan aja kalo mo pakestandar ideal: cantik, kaya, sholihah, dan mau ama kita. Tapi kalo kriteriaitu nggak ada, cukup asal mau ama kita, sholihah, kaya dan cantik.Yeee...itu mah sama aja atuh!Ups! Maksute relakanlah predikat sholehah dari seorang wanita yang menerimacinta kita mengalahkan ego kita untuk dapetin yang cantik atau tajir. Yakindeh, selalu ada inner beauty dan kekayaan yang tak ternilai oleh materi padadiri seorang wanita sholehah (pengalaman nih ceritanya, huhuy!). Yes!Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karenakecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran.Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaannya semata, boleh jadikekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tapi nikahilah wanita itukarena agamanya, sesungguhnya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapitaat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik yang tidaktaat beragama).” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)Jangan egois donk!Allah swt berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yangkeji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). ..” (QS an-Nûr [24]:26)Dari ayat itu, Allah emang Maha Adil. Dia menjanjikan wanita yang baik untukpria yang baik pula. Sebagaimana layaknya Aisyah r.a. menjadi istri Nabisaw. Pria yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Itu berartikalo pengen dapetin akhwat yang sholehah, kita juga kudu sholeh dong. Jangancuma mikirin keinginan diri sendiri. Nggak adil tuh. Mengidamkan akhwat yangbaik tapi kitanya sendiri jeblok. Karena kaum hawa juga berhak mendapatkantipe-tipe primus alias pria mushola yang sholeh. Tul nggak sih?Makanya kita jangan egois. Kita juga punya kewajiban yang sama seperti kaumHawa untuk memoles kepribadian dan menghiasinya dengan akhlak Islam. Percayadeh, syakhsiyah Islam akan membantu kita untuk lebih bijak dalam mensikapihidup. Kita jadi punya standar untuk berbuat atau menilai suatu perbuatan.Termasuk dalam memilih istri. Nggak asal nunjuk. Trus, di mana kita bisadapetin syakhsiyah Islamiyah?Yang pasti, syakhsiyah Islam nggak dijual bebas di pinggiran jalan, klubmalem, pub, atau diskotek. Tapi kita bisa dengan mudah dapetinnya diforum-forum pengajian. Yup, di tempat pengajian kita diperkenalkan lebihdalam dengan Islam dan aturan hidupnya yang sempurna dan cocok buat kita.Ini yang bisa menjadi benih tumbuhnya syakhsiyah Islamiyah. Perlu perawatanyang rutin dengan getol mengkaji Islam jika kita ingin pertumbuhannya sesuaidengan yang diharapkan.Dengan dibubuhi pupuk keikhlasan semata-mata ingin dapetin ridha Allah(bukan cuma pengen dapet calon istri solihah.. ehm..), syaksiyah Islam akanmengantarkan kita pada predikat kemuliaan. Di hadapan manusia, dan yangmenciptakan manusia. Bukankah ini yang kita harapkan?So, jangan tunggu hari esok. Mari kita sama-sama menjadi bagian darigenerasi anak ngaji (Ngaji Generation). Membentuk syakhsiyah pada diri kitadan menanamkan akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Sekaligus memperkuatbarisan perjuangan untuk memuliakan diri kita, Islam, dan kaum Muslimin diseluruh dunia. Moga-moga Allah masukin kita dalam daftar orang-orang yangberhak dapetin pasangan hidup yang sholeh/sholehah. Mau dong? Yuuuk!

3 komentar:

Hanya seorang yang lemah, yang mengharap cinta-Nya

KEREN BUUUU...

Hanya seorang yang lemah, yang mengharap cinta-Nya

izin coppas... ^_^

Ukhty Aira

monggo mba,,, :)

Posting Komentar