Buscar

aiyrapptika world :)

Bahasa Indonesia Media Transformasi Ilmu Pengetahuan di Indonesia

Manusia pada hakikatnya merupakan mahluk sosial, tidak bisa hidup sendiri membutuhkan manusia lain untuk bersosialisasi. Pada perjalanannya proses sosialisasi membutuhkan sebuah media untuk membentuk suatu kesepahaman antara manusia satu dengan manusia lainnya. Manusia kemudian berproses menemukan media yang tepat untuk bisa saling memahami yang kemudian proses itu berujung pada sebuah penemuan media yang dinamakan bahasa, mulai dari bahasa yang paling sederhana sampai yang paling mutakhir. Bahasa yang paling sering digunakan oleh manusia untuk menyampaikan maksud dan tujuan, saling memahami, dan berkomunikasi adalah bahasa lisan. Pengertian dasar bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud. Pun demikian dengan bahasa lisan pada intinya merupakan symbol-simbol yang berbentuk suara yang melibatkan beberapa anggota tubuh manusia. Keberadaan bahasa lisan terus mengalami perbaikan oleh para penggunanya dengan maksud untuk penyempurnaan.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Indonesia tidak luput dari proses yang terjadi seperti pada bahasa-bahasa lainnya. Penyempurnaan bahasa Indonesia terjadi sampai dengan bahasa Indonesia memenuhi kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan tolak ukur bahasa Indonesia yang benar. Sejarah bahasa Indonesia dimulai dari bahasa melayu yang kemudian mengalami penyesuaian dan serapan-serapan dari bahasa local maupun bahasa dari luar bangsa Indonesia sendiri. Pada masa colonial Belanda bahasa melayu banyak digunakan oleh masyarakat Indoesia kemudian pemerintahan colonial memanfaatkan hal itu untuk mempermudah dikalangan pegawai-pegawai pemerintahan colonial yang berasal dari masyarakat pribumi untuk mempermudah masalah komunikasi. Sejarah panjang bahasa Indonesia tersebut kemudian menemukan tonggak awal penegasan penggunaan bahasa Indonesia di bumi pertiwi pada momentum sumpah pemuda 28 Oktober 1928.

Kini bahasa Indonesia selain dgunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari oleh masyarakat indonesia baik dalam hal formal maupun non formal, bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kajian-kajian ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak bahasa-bahasa ilmiah yang kemudian diserap dan di bahasa Indonesia-kan dengan tujuan bahasa Indonesia dapat diterima oleh masyarakat Indonesia sendiri sebagai media transfomasi ilmu pengetahuan dan teknologi demi terwujudya cita-cita Negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang tercantum dalam pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri, pecakapan yang baik, tingkah laku yang baik, dan sopan santun. Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.

Pengertian lain tentang bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud. Dari pernyataan tersebut dapat ditangkap bahwa salah satu cara mengungkapkan makna adalah dengan bahasa, walaupun masih banyak cara yang lain yang dapat dipergunakan.

Berikut beberapa fungsi bahasa:

1. Sebagai Alat untuk Mengungkapkan Perasaan (Ekspresi Diri)

Dengan bahasa, kita dapat mengutarakan apa yang kita ingin katakan kepada orang lain. Dengan bahasa pula kita dapat menarik perhatian orang lain dengan membebaskan diri kita dari apa yang ingin kita utarakan.

2. Sebagai Alat Komunikasi

Komunikasi merupakan alat ekspresi diri kita dengan orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang lain. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama masyarakat.

3. Sebagai Alat Adaptasi dan Integrasi

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi lebih memungkinkan setiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya. Dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan dan memungkinkan berintegrasi (pembauran)

4. Sebagai Kontrol Sosial

Kontrol sosial merupakan usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka (dapat diamati) maupun bersifat tertutup (tidak dapat diamati atau diobservasi). Dalam mengadakan kontrol sosial, bahasa itu memiliki relasi dengan proses-proses sosialisasi suatu masyarakat. Proses tersebut dapat dimiliki dengan cara:

a). Memiliki keahlian bicara, membaca dan menulis,

b). Bahasa merupakan saluran yang utama di mana kepercayaan dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh,

c). Bahasa melukiskan dan menjelaskan peranan yang dilakukan oleh si anak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan yang diperlukan,

d). Bahasa menanamkan rasa keterlibatan pada si anak tentang masyarakat bahasanya


Fungsi Bahasa Indonesia :

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara. Yang dimana diantara keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Bahasa Nasional

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa Nasional, yaitu sebagai berikut :

  • Sebagai lambang kebanggaan nasional, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang mengandung kaidah-kaidah keilmuan berarti pula membuktikan bahwa bahasa indonesia merupakan hasil luhur dari peradaban bangsa Indonesia.

  • Sebagai identitas nasional, selain dari ciri-ciri fisik bahasa bisa menjadi sebuah identitas yang mudah di kenali, pun demikian orang Indonesia dengan bahasa Indonesianya.

  • Alat penghubung antar warga, antar daerah dan antar budaya, keragaman budaya Indonesia merupakan salah satu keunikan indonesia, hal demikian bisa menjadi aset yang sangat berharga ketika berada dalam satu naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk mencapai suatu kesepahaman diperlukan bahasa yang menjadi penghubung dalam hal ini bahasa Indonesia.

  • Alat penyatuan berbagai suku dan latar belakang sosial budaya dan bahasa masing-masing, heterogenitas bangsa Indonesia dari mulai suku budaya dan bahasa menyebabkan adanya suatu kebutuhan dari bangsa ini untuk memiliki media penyatuan yang efektif, dan kemudian bahasa Indonesia hadir menjawab kebutuhan tersebut.

Bahasa Negara

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa Negara, yaitu sebagai berikut :

  • Sebagai bahasa resmi negara atau kenegaraan, digunakan momentum-momentum penting dalam kenegaraan.

  • Sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, digunakan untuk salah satu kesetaraan pemahaman di dalam dunia pendidikan.

  • Alat penghubung pada tingkat nasional.

  • Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia digunakan sebagai transformasi dalam dunia pendidikan.

Penggunaan Bahasa Indonesia di Bidang Ilmu Pengetahuan

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsure dari berbagai bahasa lain, baik bahasa daerah maupun dari bahasa asing, seperti Sansakerta, Inggris, Arab, Belanda, atau Portugis. Rus Berdasarkan taraf integrasinya (Tim Redaksi Pustaka Setia, 1992: 28). Penyerapan yang dilakukan dalam kaidah bahasa Indonesia bertujuan untuk mempermudah bahasa Indonesia diterima oleh masyarakat ilmiah juga untuk penyesuaian. Penggunaan bahasa Indonesia di bidang ilmu pengetahuan harus sesuai dengan EYD juga aturan-aturan baku bahasa Indonesia supaya mencerminkan keilmiahan bahasa Indonesia itu sendiri.

Penggunaaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam bidang ilmu pengetahuan diharapkan dapat membiasakan masyarakat Indonesia (unsure mendidik) sebagai bagian dari transformasi keilmuan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian bahasa Indonesia hadir menjadi perantara untuk transfrmasi ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan untuk mempermudah pencapaian cita-cita nasional menuju masyarakat Indonesia yang lebih mumpuni dalam penguasaan IPTEK.

Dunia pendidikan diharapkan menjadi peloor utama untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Pendidikan bahasa Indonesia sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan kemantapan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia pada generasi atau kader-kader bangsa dan dapat meminimalisir anomaly dalam penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai salah satu symbol juga kehormatan bangsa sudah sepatutnya dijaga dengan sebaiknya dalam hal penggunaan maupun pengembangan supaya tegaknya identitas bangsa.


Kendala yang Dihadapi Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik

Banyak kendala yang dihadapi dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik. Salah satunya karena tingkat pendidikan masyarakat dan berbagai fenomena akibat munculnya bahasa tidak baku yang sering digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi.

  • Tingkat Pendidikan Masyarakat

Sudah menjadi hal yang umum di Negara berkembang bahwa masalah pemerataan pendidikan masih menjadi permasalahan yang dominan, pun demikian halnya dengan bangsa Indonesia. Masalah pemerataan pendidikan yang termasuk pula di dalamnya ketidak merataan akses pendidikan pada masyarakat menyebabkan timpangnya tingkat pendidikan di masyarakat. Hal itu pula yang kemudian berimbas pada penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi tidak terserap secara merata oleh masyarakat. Tingkat pendidikan masyarakat yang tidak merata juga mempersulit pemerataan transformasi ilmu pengetahuan pada masyarakat salah satunya disebabkan oleh Miss Comunication karena tidak adanya kesetaraan pemahaman bahasa salam penggunaan bahasa.

  • Munculnya Fenomena Bahasa Tidak Baku

Komunikasi lisan atau nonstandar yang sangat praktis menyebabkan kita tidak teliti berbahasa. Akibatnya, kita mengalami kesulitan pada saat akan menggunakan bahasa tulis atau bahasa yang lebih standar dan teratur. Munculnya bahasa-bahasa gaul terutama pada kalangan remaja menjadi permasalahan tersendiri bagi proses kemasyarakatan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemunculan fenomena tersebut berawal dari keinginan untuk mengekspresikan maksud dan tujuan dari anak-anak muda supaya lebih ekspresif, namun efek negative yang ditimbulkan justru semakin melemahnya penguasaan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Masyarakat tidak terbiasa untuk menggunakan bahasa baku sehingga merasa kaku ketika menggunakan bahasa yang baku, sebaliknya masyarakat lebih merasa nyaman dengan penggunaan bahasa-bahasa tidak resmi yang lebih memasyarakat dan dianggap praktis padahal secara tidak langsung memasyarakatnya bahasa-bahasa gaul (tidak resmi) berarti juga memasyarakatnya pula kemunduran penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek itu.

0 komentar:

Posting Komentar